Jakarta (tutur.co.id) – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence serta teknologi ramah lingkungan menjadi pendorong utama transformasi industri peralatan rumah tangga di China. Inovasi ini dinilai mempercepat pertumbuhan sektor elektronik konsumen sekaligus mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat.
Hal tersebut terungkap dalam laporan terbaru yang dirilis oleh China Household Electrical Appliances Association mengenai tren konsumsi peralatan rumah tangga di negara tersebut.
Konsumen Beralih ke Pengalaman dan Gaya Hidup
Laporan tersebut menunjukkan adanya pergeseran perilaku konsumen China dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya pembelian perangkat rumah tangga lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, kini konsumen mulai mengejar kualitas pengalaman serta peningkatan gaya hidup secara menyeluruh.
Perubahan ini terlihat dari meningkatnya minat terhadap perangkat rumah tangga pintar, produk hemat energi, serta perangkat yang terintegrasi dengan ekosistem rumah digital.
Selain itu, masyarakat juga tidak lagi sekadar mengganti produk lama dengan yang baru, tetapi mulai memilih perangkat yang dapat mendukung gaya hidup modern seperti sistem rumah pintar, perangkat kesehatan rumah tangga, hingga peralatan yang terhubung dengan jaringan internet.
Tujuh Tren Konsumsi Peralatan Rumah Tangga 2026
Dalam laporan tersebut, asosiasi industri merangkum sedikitnya tujuh tren utama yang diperkirakan akan mendominasi pasar peralatan rumah tangga China pada 2026.
Salah satu tren terbesar adalah integrasi kecerdasan buatan yang memungkinkan perangkat rumah tangga beralih dari sistem respons pasif menjadi teknologi yang mampu memberikan rekomendasi dan pengoperasian secara otomatis.
Selain itu, teknologi kesehatan juga semakin terintegrasi dalam perangkat rumah tangga, mulai dari pemurni udara pintar hingga alat rumah tangga yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup pengguna.
Laporan tersebut juga menyoroti meningkatnya inovasi pada teknologi hemat energi dan air, serta munculnya konsep robotisasi pada berbagai peralatan rumah tangga.
Program Tukar Tambah Dorong Konsumsi Produk Ramah Lingkungan
Pemerintah China turut memainkan peran penting dalam mendorong transformasi industri ini. Salah satunya melalui program tukar tambah barang konsumsi yang didukung negara.
Program tersebut mendorong masyarakat mengganti peralatan lama yang kurang efisien dengan produk baru yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Kebijakan ini dinilai efektif mempercepat modernisasi perangkat rumah tangga sekaligus mengurangi penggunaan produk dengan konsumsi energi tinggi.
Penjualan Produk Hemat Energi Meningkat
Data dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa pada 2025 terjadi peningkatan signifikan pada pembelian perangkat rumah tangga dengan peringkat efisiensi energi atau air tertinggi.
Jumlah pembelian kategori produk tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tren ini menunjukkan bahwa konsumen semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan efisiensi dalam memilih perangkat elektronik rumah tangga.
Dengan kombinasi inovasi teknologi, kebijakan pemerintah, serta perubahan perilaku konsumen, industri peralatan rumah tangga China diperkirakan akan terus berkembang menuju ekosistem rumah pintar yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. (sas)

