Jakarta (Tutur.co.id) – Serangan biadab yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus mendapat perhatian serius Presiden Prabowo Subianto. Ia langsung memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas penyerangan aktivis KontraS itu.
“Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan, dan tentunya langkah-langkah yang kita lakukan tetap mengedepankan scientific crime investigation,” kata Listyo, dalam konferensi pers, Minggu (15/3).
Saat ini Polri sedang mengumpulkan sejumlah informasi. Dan informasi tersebut tengah didalami satu per satu. Polri juga akan membuat Posko Pengaduan agar masyarakat yang memiliki informasi bisa memberikan laporan langsung.
“Nanti akan kita bimbing. Yang jelas seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat, kita akan memberikan jaminan perlindungan,” kata Kapolri.
Selanjutnya, Listyo mengatakan jajarannya akan terus bekerja dan secara rutin akan menginformasikan setiap perkembangan yang terjadi di lapangan. “Karena memang ini menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden,” kata dia.
Sebelumnya, Polri juga tengah memeriksa saksi-saksi hingga rekaman kamera pengawas (CCTV). Langkah ini dilakukan agar pelaku bisa segera terungkap.
“Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisis lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera, ya,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Jumat (13/5).
Listyo juga mengatakan sudah ada dua saksi yang diwawancarai. Eddizon memastikan pengusutan akan terus dilakukan.
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3) malam, di Jakarta Pusat. Akibat serangan ini, Andrie mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya.

