Jakarta (tutur.co.id) – Konsolidasi Nasional Konferensi Republik bertajuk “Jalan Menata Kembali Republik” yang dijadwalkan berlangsung di Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba pada Minggu 28 Juni 2026, dibatalkan secara mendadak beberapa jam sebelum acara.
Padahal panitia sudah memenuhi seluruh prosedur administrasi maupun persyaratan sejak 19 Juni lalu. oleh karena itu panitia memutuskan forum tetap berjalan secara daring.
“Sejak awal proses ini kami diterima dengan sangat baik oleh pihak kampus. Komunikasi dan kerja sama dalam sepekan terakhir berjalan positif, kooperatif, dan profesional,” kata Ketua Pelaksana Ahmad Mujahid dalam siaran persnya.
Panitia telah bersurat resmi, beraudiensi dengan Dekanat Fakultas Kedokteran, dan memperoleh konfirmasi awal secara verbal maupun tertulis. Pada 24 Juni, panitia bahkan menerima surat tugas untuk petugas fakultas yang akan mengawal kegiatan. Namun perubahan datang di saat-saat akhir.
“Pada pukul 01.00 dini hari tadi, kami menerima pemberitahuan resmi yang menyatakan pembatalan sepihak penggunaan ruangan untuk Rapat Kerja Nasional kami,” ujar Ahmad.
Ketua Umum Panitia Konferensi Republik Sudirman Said menegaskan pembatalan ini tidak menyurutkan semangat.
“Represi dijalankan untuk memantik rasa takut. Karena itu, ketakutan inilah yang harus kita lawan. Jangan takut untuk terus bersuara. Pintu ruangan bisa dikunci, tetapi gagasan tidak bisa dibatasi,” tegasnya.
Wakil Ketua Umum Panitia Jaleswari Pramodhawardhani menyoroti tekanan yang membayangi kampus. Ia menduga pihak kampus yang sebelumnya memberikan izin, berubah sikap setelah adanya tekanan.
“Kami memahami kesulitan pihak kampus yang berada di bawah tekanan tangan yang tak terlihat. Kami datang tidak membawa senjata. Lalu mengapa sebuah forum gagasan harus dicurigai?” katanya.
Forum konsolidasi tetap berlangsung secara daring mulai pukul 13.00 WIB. Panitia menegaskan agenda menata kembali republik akan terus berjalan, dengan ruang atau tanpa ruang.

