Jakarta (Tutur.co.id) – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengutuk keras serangan air keras terhadap Andrie Yunus, wakil coordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).
Menurut Usman Hamid, intimidasi dengan serangan air keras ini tak akan membuat KontraS ciut. Pasalnya, segala bentuk terror dan intimidasi sudah menjadi hal biasa. Termasuk dengan ancaman bom.
“KontraS tidak akan pernah selangkah pun mundur karena kami sudah biasa menerima terror,” kata Usman Hamid dalam jumpa pers, Sabtu 14/3/2026.
Masih menurut Usman Hamid, KontraS dari tahun 1998, 1999, 2000 dan hampir setiap tahun mendapat serangan, termasuk serangan bom. Bahkan ancaman dan serangan itu juga menimbulkan korban jiwa seperti Munir dan beberapa staf di Timor Leste yang terbunuh.
“Kepada para pelaku penyerang Andrie, kalian adalah pengecut, kalian orang-orang yang tidak layak hidup, tidak bertanggung jawab. Dan jangan pernah berpikir bahwa kami akan mundur selangkah pun atas serangan itu. Kami tidak akan gentar sedikitpun,” tegas Usman Hamid.

