Teheran (Tutur.co.id) – Pusat Komando AS (CENTCOM) mengatakan sebuah pesawat pengisian bahan bakar AS jatuh di Irak barat. Namun mereka mengklaim itu murni kecelakaan alias tanpa campur tangan Iran. Saat ini penyebab insiden masih terus diselidi termasuk upaya penyelamatan para awak pesawat.
Dalam pernyataan yang dirilis Kamis malam, CENTCOM mengatakan pesawat itu adalah pesawat tanker KC-135. Pesawat itu jatuh saat terbang di wilayah udara aman selama Operasi Epic Fury melawan Iran. Pernyataan itu menambahkan bahwa dua pesawat terlibat dalam insiden tersebut, satu jatuh di Irak barat, sementara yang lain mendarat dengan selamat.
Jika pihak militer AS menyebut jatuhnya pesawat pengisi bahan bakar tersebut karena insiden maka hal sebaliknya disampaikan pihak Iran.
Televisi pemerintah Iran mengutip markas pertahanan udara Khatam al-Anbiya yang mengklaim telah menembak jatuh sebuah pesawat AS di Irak barat. Pesawat itu kena rudal yang ditembakkan oleh faksi perlawanan, telah menewaskan awaknya.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menargetkan kapal induk AS USS Abraham Lincoln dengan rudal dan drone. Mereka bahkan mengklaim serangan itu telah menyebabkan kerusakan besar.
Garda Revolusi Islam Iran mengatakan kapal induk tersebut sekarang mundur menuju Amerika Serikat setelah serangan itu.

