Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Jumat (13/3/2026), seiring meningkatnya ketidakpastian global akibat lonjakan harga minyak dunia dan memanasnya konflik di Timur Tengah.
Pada perdagangan Kamis (12/3/2026), IHSG ditutup melemah 0,37% ke level 7.362,12 setelah bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Tekanan pada indeks terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global yang dapat memicu tekanan inflasi.
Sentimen serupa juga terlihat di kawasan Asia. Bursa saham Asia-Pasifik pada perdagangan hari ini cenderung bergerak melemah seiring lonjakan harga minyak yang dipicu kekhawatiran konflik yang melibatkan Iran di Timur Tengah dapat mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.
Kenaikan harga minyak tersebut memunculkan kekhawatiran baru di pasar keuangan global karena berpotensi memperburuk tekanan inflasi sekaligus meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global.
Dari Amerika Serikat, tekanan juga terlihat di Wall Street. Pada penutupan perdagangan Kamis, indeks utama di bursa saham AS terkoreksi cukup tajam di tengah sentimen kenaikan harga energi dan ketidakpastian geopolitik.
Indeks Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite kompak melemah dan bahkan sempat menyentuh level terendahnya sepanjang tahun ini.
Meski pasar dibayangi sentimen global yang kurang kondusif, sejumlah analis tetap melihat peluang trading jangka pendek pada beberapa saham pilihan.
Analis Mandiri Sekuritas misalnya, merekomendasikan saham Indo Tambangraya Megah Tbk, Adaro Andalan Indonesia Tbk, dan Vale Indonesia Tbk. Ketiga saham tersebut dinilai masih memiliki peluang penguatan dalam jangka pendek dengan target harga masing-masing berada di kisaran 28.500 untuk ITMG, 10.500 untuk AADI, dan 6.250 untuk INCO, dengan batas stop loss di area support terdekat.
Sementara itu, analis BNI Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi speculative buy pada saham berbasis energi dan pertambangan, seperti Elnusa Tbk, Merdeka Battery Materials Tbk, Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk, Darma Henwa Tbk, Bukit Asam Tbk, serta Trimegah Bangun Persada Tbk.
Di sisi lain, MNC Sekuritas juga melihat peluang pada beberapa saham yang dinilai menarik untuk strategi buy on weakness, seperti Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Bukit Asam Tbk, dan Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk. Selain itu, saham Unilever Indonesia Tbk juga dinilai menarik untuk speculative buy selama masih mampu bertahan di atas level stop loss yang direkomendasikan analis.
Dengan kondisi pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, pelaku pasar disarankan tetap mencermati pergerakan harga minyak dunia dan perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

