Jakarta (Tutur.co.id)– Pengamat Timur Tengah Faisal Assegaf menyoroti kondisi terkini di Iran menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Menurut Assegaf, meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei menjadi sebuah pukulan telak bagi Iran.
“Ini sebuah pukulan yang sangat telak bagi Iran. Dibanding tahun lalu yang menewaskan 6 komandan senior termasuk Jenderal Mohammad Bagiri dan Komandan Garda Revolusi Jenderal Hossein Salami, yang sekarang ternyata jauh lebih banyak dan juga menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei,” kata Assegar dalam live bersama Tutur.
Menurut Assegaf, tewasnya Ali Khamenei dan banyak pejabat senior Iran ini sedikit banyak akan mengganggu kondisi mental rakyat Iran. Namun saat disinggung apakah meninggalnya Ayatollah ini akan membuat rezim runtuh, Assegaf tampak tak yakin.
Yang pasti, menurut Assegaf, perang kali ini akan semakin panas karena korban sudah sampai ke titik paling tinggi, yaitu pimpinan tertinggi. Hal itu juga diamini petinggi Garda Revolusi Iran yang bersumpah kan memberikan balasan setimpal.
Sebelumnya pemerintah Iran memang telah mengumumkan syahidnya sang Pemimpin Tertinggi paska serangan operasi gabungan Israel dan Amerika Serikat. Sebaliknya, Iran merespon dengan melancarkan Operasi Janji Sejati 4 yang menyasar pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.

