Jakarta (Tutur.co.id) – Imbauan untuk tak melakukan sweeping rumah makan selama bulan Ramadan yang disampaikan Kementerian Agama (Kemenag) mendapat respon dari anggota dewan. Dukungan diberikan anggota Komisi VIII DPR RI An’im Falachuddin.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini menegaskan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat toleransi dan pengendalian diri. Bukan dengan justru melakukan aksi-aksi yang bisa memicu konflik dan perpecahan.
“Imbauan Kemenag harus didukung. Ramadan adalah bulan untuk menata diri dan menjaga harmoni sosial. Jangan sampai semangat ibadah justru berubah menjadi tindakan yang membuat orang lain tertekan,” ujar An’im Falachuddin di Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Pria yang akrab disapa Kiai An’im ini menjelaskan, esensi utama puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menahan diri dari sikap yang memicu konflik atau tekanan sosial. Menurutnya, aksi sweeping oleh kelompok tertentu tidak mencerminkan nilai kedamaian Ramadan.
Legislator asal Jawa Timur tersebut mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara majemuk. Ia menekankan pentingnya menghormati hak warga negara yang tidak berpuasa, baik karena perbeda an keyakinan maupun kondisi kesehatan.
“Kita harus saling menghargai. Saudara kita yang non-Muslim atau yang berhalangan puasa memiliki hak dan kebutuhan untuk beraktivitas secara wajar, termasuk makan di siang hari. Mereka adalah bagian masyarakat yang harus dilindungi,” tegasnya.
Lebih lanjut, An’im menilai menjaga ketertiban selama bulan suci merupakan tanggung jawab bersama. Namun, upaya tersebut harus dilakukan melalui pendekatan edukatif dan dialog, bukan pemaksaan.
Ia berharap Ramadan tahun ini menjadi ruang pembelajaran moral untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman, bukan justru memicu ketegangan antarwarga. “Mari jaga bulan suci ini dengan kedewasaan dan ketenangan. Ramadan harus memperkuat persatuan,” pungkasnya.

