Miami (Tutur.co.id) – Timnas Inggris diyakini tengah menyiapkan strategi khusus untuk menghentikan ketajaman Erling Haaland saat menghadapi Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami, Sabtu (11/7/2026). Ancaman yang dibawa striker Manchester City itu membuat pelatih Thomas Tuchel disebut mempertimbangkan perubahan taktik di lini belakang demi menjaga asa Three Lions menuju semifinal.
Norwegia melangkah ke delapan besar setelah membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Brasil 2-1 di babak 16 besar. Dalam pertandingan tersebut, Haaland kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak dua gol yang memastikan langkah tim asuhan Stale Solbakken. Tambahan dua gol itu membuat koleksi gol Haaland di Piala Dunia 2026 menjadi tujuh, sejajar dengan Lionel Messi dan Kylian Mbappe dalam perburuan Sepatu Emas.
Ketajaman Haaland menjadi perhatian serius Inggris. Penyerang bertinggi 195 sentimeter itu bukan hanya unggul dalam duel udara, tetapi juga sangat berbahaya ketika mendapatkan ruang sekecil apa pun di area penalti. Saat melawan Brasil, ia sukses mengalahkan bek Gabriel Magalhaes dalam duel udara sebelum mencetak gol pembuka, lalu menambah gol kedua lewat penyelesaian klinis dari luar kotak penalti.
Mantan bek Manchester City, Richard Dunne, menilai Inggris harus melakukan pendekatan berbeda jika ingin membatasi pengaruh Haaland. Menurutnya, Tuchel bisa memasang empat bek tengah sekaligus sebagai solusi untuk meredam bomber berusia 25 tahun tersebut.
Dunne menyebut kombinasi John Stones, Dan Burn, Ezri Konsa, dan Marc Guehi layak dipertimbangkan tampil bersamaan. Stones atau Konsa dinilai mampu dimainkan sebagai bek kanan, sementara Burn yang memiliki pengalaman bermain di sisi kiri ketika membela Newcastle United juga bisa mengisi posisi bek kiri.
“Anda bisa memainkan keempatnya sekaligus. Itu mungkin memberi peluang lebih besar karena menghadapi Haaland bukan tugas yang mudah. Marc Guehi mengenalnya dengan sangat baik, begitu juga Konsa yang sudah sering berhadapan dengannya,” ujar Dunne.
Menurutnya, kunci utama bukan sekadar menghentikan Haaland dalam duel individu, melainkan menghindari situasi satu lawan satu yang menjadi kekuatan terbesar sang striker.
“Yang terpenting adalah jangan sampai bertahan satu lawan satu melawannya. Dia terlalu berbahaya. Sejauh ini para bek tengah Inggris sebenarnya tampil cukup baik. Mereka memang belum tampil luar biasa, tetapi juga tidak buruk. Hanya saja, standar lini depan dan lini tengah Inggris sudah kelas dunia sehingga sorotan terhadap pertahanan menjadi lebih besar,” tambahnya.
Meski demikian, posisi bek kiri masih diperkirakan tetap menjadi milik Nico O’Reilly, sementara Reece James masih diragukan kebugarannya dan Jarell Quansah dipastikan absen akibat hukuman kartu merah.

