Los Angeles (Tutur.co.id) – Timnas Spanyol dan Belgia akan saling berhadapan pada laga perempat final Piala Dunia 2026 yang digelar di Los Angeles Stadium, Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB. Duel sesama raksasa Eropa ini menjadi salah satu pertandingan paling dinanti karena memperebutkan satu tiket menuju semifinal.
Bagi Spanyol, laga ini menjadi kesempatan untuk semakin mendekati gelar juara dunia kedua setelah terakhir kali mengangkat trofi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Sementara itu, Belgia datang dengan ambisi mengakhiri status sebagai “generasi emas” yang belum pernah menjuarai Piala Dunia.
Sejarah memang sedikit berpihak kepada Spanyol. La Roja mendominasi rekor pertemuan kedua tim dengan meraih sembilan kemenangan dari 11 laga terakhir sejak terakhir kali takluk pada Euro 1980. Dominasi tersebut menjadi modal psikologis penting bagi pasukan Luis de la Fuente untuk menjaga asa menuju semifinal.
Namun, statistik masa lalu bukanlah jaminan mutlak. Kedua tim sudah hampir satu dekade tidak saling berhadapan, sementara Belgia datang dengan wajah baru yang sedang menikmati tren positif dan belum terkalahkan dalam 18 pertandingan terakhir. Kondisi itu membuat duel di Los Angeles diprediksi berlangsung lebih seimbang, di mana sejarah akan berhadapan dengan performa terkini untuk menentukan siapa yang berhak melangkah ke empat besar.
Spanyol Tampil Solid, Belum Kebobolan Sepanjang Turnamen
Spanyol datang ke babak perempat final dengan performa yang sangat meyakinkan. Tim asuhan Luis de la Fuente berhasil menjadi juara Grup H sebelum menyingkirkan Austria pada babak 32 besar dan mengalahkan Portugal 1-0 di babak 16 besar melalui gol dramatis Mikel Merino pada masa injury time.
Kemenangan atas Portugal sekaligus menjadi ajang balas dendam setelah La Roja kalah dari rival Iberia tersebut pada final UEFA Nations League musim lalu.
Keunggulan terbesar Spanyol sejauh ini terletak pada pertahanan yang nyaris sempurna. Mereka menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan di Piala Dunia 2026, bahkan telah membukukan enam clean sheet secara beruntun atau lebih dari 10 jam bermain tanpa sekali pun memungut bola dari gawang sendiri.
Di bawah arahan De la Fuente, Spanyol juga selalu lolos dalam enam pertandingan fase gugur turnamen besar yang mereka jalani. Konsistensi itu membuat La Roja kembali disebut sebagai salah satu kandidat terkuat juara dunia.
Sejarah juga berpihak kepada Spanyol. Dari 11 pertemuan terakhir melawan Belgia, La Roja sukses meraih sembilan kemenangan sejak terakhir kali kalah pada Euro 1980. Meski demikian, kedua tim belum bertemu selama hampir satu dekade sehingga rekor tersebut belum tentu menjadi jaminan.
Belgia Bangkit, Generasi Emas Menolak Menyerah
Di sisi lain, Belgia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan kebangkitan luar biasa sepanjang turnamen.
Setelah lolos sebagai juara Grup G meski penampilannya sempat menuai kritik, Setan Merah menyingkirkan Senegal lewat kemenangan dramatis 3-2 pada babak 32 besar. Mereka kemudian tampil impresif saat menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor telak 4-1 pada babak 16 besar.
Pelatih Rudi Garcia mengambil keputusan berani ketika mencadangkan Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku sejak menit pertama menghadapi Amerika Serikat. Strategi itu justru berbuah manis.
Charles De Ketelaere tampil sebagai bintang dengan mencetak dua gol, disusul gol Hans Vanaken, sebelum Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti kembali mencetak gol untuk pertandingan ketiga secara beruntun.
Kemenangan tersebut sekaligus membungkam berbagai sorotan yang sebelumnya mengiringi kontroversi Folarin Balogun dan membuat Belgia tetap menjaga produktivitas mereka dengan rata-rata lebih dari 2,5 gol per pertandingan sepanjang turnamen.
Setelah tersingkir pada fase grup Piala Dunia 2022, banyak pihak menganggap era generasi emas Belgia telah berakhir. Namun kini, mereka justru datang ke perempat final dengan modal 18 pertandingan tanpa kekalahan di semua ajang.
Adu Taktik De la Fuente vs Garcia
Spanyol diperkirakan tetap mengandalkan filosofi permainan berbasis penguasaan bola yang menjadi ciri khas mereka.
Duet Rodri dan Pedri akan kembali menjadi motor permainan di lini tengah, sementara kreativitas Dani Olmo, kecepatan Lamine Yamal, serta ketajaman Mikel Oyarzabal diharapkan menjadi pembeda. Oyarzabal sendiri sedang berada dalam performa impresif setelah terlibat dalam 23 gol dari 17 penampilan terakhir bersama tim nasional Spanyol.
Sementara itu, Belgia kemungkinan tetap memasang Charles De Ketelaere sebagai false nine. Kevin De Bruyne berpeluang kembali masuk ke susunan pemain inti setelah hanya menjadi pemain cadangan saat menghadapi Amerika Serikat.
Namun Belgia mendapat pukulan dengan absennya Amadou Onana yang mengalami cedera ligamen anterior (ACL). Kehilangan gelandang bertahan tersebut dapat memengaruhi keseimbangan lini tengah ketika harus menghadapi dominasi penguasaan bola Spanyol.
Prediksi Susunan Pemain
Spanyol: Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.
Belgia: Thibaut Courtois; Timothy Castagne, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper; Hans Vanaken, Youri Tielemans; Dodi Lukebakio, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Charles De Ketelaere.
Prediksi Spanyol vs Belgia
Laga ini diprediksi berlangsung ketat dengan duel taktik yang menarik. Belgia memiliki lini serang yang sedang tajam dan mampu mencetak banyak gol sepanjang turnamen. Namun mereka akan menghadapi pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026.
Spanyol diperkirakan tetap menguasai jalannya pertandingan melalui dominasi bola dan tempo permainan yang terkontrol. Jika La Roja mampu kembali meredam kreativitas De Bruyne dan ruang gerak De Ketelaere, peluang mereka melangkah ke semifinal akan semakin besar.
Prediksi skor: Spanyol 1-0 Belgia.

