Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (8/7/2026) dengan potensi menguji level psikologis 6.000. BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pergerakan indeks berada di kisaran support 5.730 hingga resistance 6.000, seiring masih terjaganya momentum rebound di pasar saham domestik.
Dalam riset hariannya, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan pelaku pasar akan mencermati rilis Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia serta notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) Amerika Serikat. Kedua agenda tersebut dinilai berpotensi memengaruhi arah nilai tukar rupiah, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, hingga arus dana asing ke pasar keuangan Indonesia.
Secara teknikal, IHSG dinilai masih memiliki ruang untuk menguat selama mampu bertahan di atas level support 5.734. Penembusan area 6.000 akan menjadi sinyal awal berlanjutnya fase pemulihan setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
“Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan support 5.734 dan resistance psikologis 6.000. Keberhasilan menembus level 6.000 akan menjadi konfirmasi awal berlanjutnya momentum rebound,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Sentimen eksternal juga masih menjadi perhatian. Perdagangan Wall Street pada awal pekan ditutup melemah, sementara harga minyak dunia melonjak lebih dari 5% hingga kembali berada di atas level US$72 per barel. Di sisi lain, harga emas dunia terkoreksi lebih dari 1,5%.
Di tengah prospek penguatan IHSG, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni BBCA, ELSA, dan KOTA.
Saham BBCA direkomendasikan dengan target harga Rp6.400-Rp6.550. Sementara ELSA diperkirakan berpotensi menuju kisaran Rp610-Rp630, sedangkan KOTA memiliki target harga Rp106-Rp116.
Pada perdagangan Selasa (7/7/2026), IHSG ditutup menguat 70,43 poin atau 1,19% ke level 5.986,50. Meski indeks menguat, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp176,84 miliar.
Namun demikian, beberapa saham berkapitalisasi besar justru mencatatkan pembelian bersih asing. Saham BBCA menjadi incaran utama dengan nilai net buy mencapai Rp274,79 miliar, disusul BBRI sebesar Rp54,29 miliar dan ADRO senilai Rp37,90 miliar.
Penguatan IHSG juga diikuti reli sejumlah saham yang menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Saham APLN melonjak 34,91% menjadi Rp143, LAND naik 34,62% menjadi Rp70, dan NTBK menguat 34,33% menjadi Rp90.
Selain itu, saham-saham IPO masih menjadi pusat perhatian investor. JELI melesat 25% menjadi Rp1.125, UANG naik 24,88% menjadi Rp2.610, JECX menguat 24,80% menjadi Rp1.560, dan BEEF bertambah 24,76% ke Rp262. Di luar saham yang terkena ARA, RODA melonjak 28,85% menjadi Rp67, sedangkan BIPP menguat 29,63% menjadi Rp70.
Momentum rebound IHSG yang semakin mendekati level 6.000 menjadi sinyal positif bagi pelaku pasar. Meski demikian, investor tetap disarankan mencermati perkembangan sentimen global, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta pergerakan dana asing yang masih menjadi faktor penentu keberlanjutan penguatan indeks.

