Jakarta (tutur.co.id) – Ketua Umum Panitia Konferensi Republik Sudirman Said membuka forum yang berlangsung secara daring pukul 13.00 WIB, Minggu 28 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa hanya dengan bersatunya masyarakat sipil, Republik Indonesia dapat diselamatkan.
“Menyerukan bahwa hanya dengan bersatunya masyarakat sipil, Republik ini dapat diselamatkan,” ujar Sudirman sebagaimana dikutip dari Zoom Meeting Konferensi Republik.
Forum ini merupakan kelanjutan dari Konferensi Republik di Yogyakarta yang menghasilkan tiga rumusan utama. Pertama, menuntut negara mengembalikan kedaulatan masyarakat sipil. Kedua, mendesak segera dibangunnya formasi baru Republik untuk mengembalikan kepercayaan publik. Ketiga, menyerukan persatuan masyarakat sipil sebagai kunci penyelamatan republik.
Sudirman menyampaikan bahwa forum di Jakarta bertujuan merumuskan tiga hal, platform gerakan ke depan, desain pengorganisasian, dan kepemimpinan perintis untuk mendorong langkah berikutnya.
“Wacana atau konsep saja tidak akan cukup, tapi harus mulai dengan penataan langkah-langkah ke depan,” tegasnya.
Ia juga merefleksikan pembatalan mendadak acara di Kampus UI Salemba yang seharusnya berlangsung pagi hari. Meski ruang fisik ditutup, semangat peserta tetap menyala.
“Pintu ruangan boleh dikunci, tapi gagasan tidak bisa dibatasi,” ujar Sudirman mengulang pernyataannya di konferensi pers sebelumnya.
Forum daring ini diikuti 150 peserta melalui Zoom. Menurut Mantan Menteri ESDM itu, jumlah peserta daring ditambah yang hadir di ruang terbatas setara dengan peserta Konferensi Republik di Yogyakarta.
Ia menekankan bahwa tekanan dan pembubaran tidak menyurutkan semangat peserta untuk terus menyuarakan perbaikan republik.
“Dipepet, ditekan, bahkan dibubarkan itu tidak menyurutkan kita,” pungkasnya.

