Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Perdamaian AS dan Iran: Siapa Untung, Siapa Buntung?
  • Mimpi 280 Juta Rakyat! Prabowo dan Herdman Satukan Tekad Menuju Piala Dunia 2030
  • Airlangga Respons Penilaian MSCI, Pemerintah Tegaskan Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan
  • Roy Suryo dan Dokter Tifa Kompak Sakit Usai Ditangkap Polda Metro Jaya
  • Momen Dasco Telpon Nanik S Deyang Saat Temui Perwakilan Mahasiswa
  • Prabowo, Erick Thohir, dan John Herdman Bahas Misi Besar Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
  • Turki vs Paraguay: Saatnya Menebus Kegagalan Laga Perdana
  • PGN, BRIN, dan Pemkab Batang Kembangkan Minapadi Salin untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi Lahan Pesisir
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»Airlangga Respons Penilaian MSCI, Pemerintah Tegaskan Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan

Airlangga Respons Penilaian MSCI, Pemerintah Tegaskan Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan

Market Gusti Tetiro20 Juni 2026 / 03:22 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pernyataan pers soal langkah pemerintah mengatasi "gonjang-ganjing" di Bursa Efek Indonesia setelah dua kali trading halt akhir Januari 2026 dan berujung mundurnya sejumlah pejabat BEI dan OJK. (Foto:Tutur/ Humas Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pernyataan pers bersama soal langkah pemerintah mengatasi "gonjang-ganjing" di Bursa Efek Indonesia setelah dua kali trading halt akhir Januari 2026 dan berujung mundurnya sejumlah pejabat BEI dan OJK. (Foto:Tutur/ Humas Kemenko Perekonomian)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang juga mantan ketua umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menegaskan bahwa hasil penilaian terbaru dari MSCI tidak mengubah fundamental kuat pasar modal Indonesia. Pemerintah justru memandang catatan yang diberikan MSCI sebagai penegasan terhadap agenda reformasi pasar modal yang saat ini tengah dijalankan secara konsisten.

Dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review, terdapat satu perubahan penilaian terhadap Indonesia, yakni pada aspek information flow atau arus informasi yang diturunkan dari positif menjadi negatif. Penilaian tersebut berkaitan dengan transparansi struktur kepemilikan saham, integritas pembentukan harga di pasar, serta ketersediaan informasi emiten dalam bahasa Inggris.

“Pemerintah memandang catatan ini sebagai penegasan atas arah agenda reformasi pasar modal yang telah dan sedang berjalan. Catatan MSCI justru menegaskan bahwa fundamental ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap kuat,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

Menurut Airlangga, perhatian utama MSCI tertuju pada aspek transparansi dan integritas pasar. Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia telah melakukan berbagai langkah reformasi, mulai dari peningkatan persyaratan free float, penguatan keterbukaan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO), hingga program pendalaman pasar modal.

Ia menegaskan Indonesia tetap berada di jalur sebagai pasar berkembang (emerging market) dan pemerintah berkomitmen menyelesaikan berbagai agenda reformasi guna menjaga kepercayaan investor global.

MSCI dalam laporannya juga mencatat bahwa akses pasar, ukuran pasar, likuiditas, serta keterbukaan terhadap kepemilikan asing di Indonesia masih dinilai memadai. Tidak terdapat catatan terkait pembatasan kepemilikan asing yang menjadi perhatian dalam tinjauan tahun ini.

Sebagai bagian dari reformasi yang tengah berjalan, pemerintah dan otoritas pasar modal telah menerapkan sejumlah kebijakan strategis. Di antaranya peningkatan ketentuan free float minimum dari 7,5 persen menjadi 15 persen yang mulai berlaku efektif sejak Maret 2026, penguatan transparansi kepemilikan saham, publikasi rutin pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, serta percepatan proses demutualisasi BEI.

Baca Juga  Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank, Likuiditas Dijaga hingga September

Selain itu, pemerintah juga mendorong pendalaman pasar melalui peningkatan batas investasi saham bagi dana pensiun dan perusahaan asuransi hingga 20 persen dengan fokus pada saham-saham berkapitalisasi besar. Upaya tersebut diperkuat dengan peningkatan penegakan aturan, perbaikan tata kelola emiten, serta penguatan koordinasi antarotoritas.

Airlangga menilai berbagai reformasi tersebut ditopang oleh kondisi makroekonomi yang tetap terjaga. Stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang terkendali, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Di sektor eksternal, pemerintah bersama Bank Indonesia juga terus memperkuat ketahanan ekonomi melalui penyesuaian suku bunga acuan menjadi 5,75 persen, pendalaman pasar valuta asing, pengelolaan pembiayaan yang prudent, serta penguatan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas likuiditas.

Pemerintah mengimbau pelaku pasar untuk menyikapi hasil review MSCI secara proporsional. Koordinasi dengan MSCI dan komunitas investor global akan terus dilakukan guna memastikan agenda reformasi berjalan konsisten menjelang pengumuman MSCI Market Classification Review pada 23 Juni 2026 dan siklus evaluasi berikutnya.

Airlangga Hartarto emerging market headline MSCI pasar modal indonesia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleRoy Suryo dan Dokter Tifa Kompak Sakit Usai Ditangkap Polda Metro Jaya
Next Article Mimpi 280 Juta Rakyat! Prabowo dan Herdman Satukan Tekad Menuju Piala Dunia 2030

Berita Lainnya

Perdamaian AS dan Iran: Siapa Untung, Siapa Buntung?

20 Juni 2026 / 06:01 WIB

Mimpi 280 Juta Rakyat! Prabowo dan Herdman Satukan Tekad Menuju Piala Dunia 2030

20 Juni 2026 / 05:00 WIB

Roy Suryo dan Dokter Tifa Kompak Sakit Usai Ditangkap Polda Metro Jaya

20 Juni 2026 / 02:39 WIB

Momen Dasco Telpon Nanik S Deyang Saat Temui Perwakilan Mahasiswa

20 Juni 2026 / 01:32 WIB

Prabowo, Erick Thohir, dan John Herdman Bahas Misi Besar Indonesia Menuju Piala Dunia 2030

19 Juni 2026 / 23:06 WIB

Brasil vs Haiti: Tidak Ada Lagi Alasan Selain Menang

19 Juni 2026 / 20:45 WIB
Form Komentar Cancel Reply

KAI Sampaikan Permohonan Maaf Terkait Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Deba Salamah28 April 2026 / 01:30 WIB

Perdamaian AS dan Iran: Siapa Untung, Siapa Buntung?

20 Juni 2026 / 06:01 WIB

Mimpi 280 Juta Rakyat! Prabowo dan Herdman Satukan Tekad Menuju Piala Dunia 2030

20 Juni 2026 / 05:00 WIB

Airlangga Respons Penilaian MSCI, Pemerintah Tegaskan Reformasi Pasar Modal Terus Berjalan

20 Juni 2026 / 03:22 WIB

Roy Suryo dan Dokter Tifa Kompak Sakit Usai Ditangkap Polda Metro Jaya

20 Juni 2026 / 02:39 WIB

Momen Dasco Telpon Nanik S Deyang Saat Temui Perwakilan Mahasiswa

20 Juni 2026 / 01:32 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.