Jakarta (tutur.co.id)- Tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young mempertahankan gelar juara Indonesia Open setelah menjuarai turnamen Super 1000 edisi 2026 dengan menumbangkan atlet Jepang Akane Yamaguchi 23-21, 21-12.
Pada laga final yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senaya, Jakarta pada Minggu 7 Juni 2026, An Se-young hanya butuh waktu 39 menit untuk menggondol gelar juara kali kedua secara beruntun di ajang Indonesia Open.
“Menurut saya permainan hari ini sangat baik. Kondisi saya juga sangat baik, lalu permainan berjalan sesuai tempo yang saya inginkan,” kata An setelah pertandingan.
Bagi An Se-young ini menjadi trofi kelima baginya sepanjang musim ini dan ketiga kalinya di ajang Indonesia Open. Ia juga tercatat sebagai jawara Indonesia Open pada tahun 2021 dan 2025.
Pada gim pertama, An sempat tertinggal 2-5 dari Akane yang tampil lebih agresif di awal-awal pertandingan. Aksi saling kejar poin terjadi dan memaksa laga lewat jalur deuce 21-21. Meski mendapat tekanan, An tampil lebih tenang pada poin-poin akhir untuk menutup gim pertama dengan 23-21.
Pada gim kedua, Akane kembali memimpin tipis pada awal laga. Namun, An mengambil alih kendali permainan untuk unggul 11-8 saat interval. An semakin mendominasi permainan dan memperlebar keunggulan menjadi 16-10 sebelum menyelesaikan laga gim kedua dengan 21-12.
An Se-young kini mengoleksi tiga gelar Indonesia Open sepanjang kariernya, sejajar dengan Tai Tzu Ying dari Taiwan dan Saina Nehwal dari India. Susy Susanti masih menjadi tunggal putri dengan gelar Indonesia Open terbanyak, dengan enam trofi, disusul pemain China Li Lingwei dengan empat titel.

