Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak
  • Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya
  • Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?
  • Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul
  • Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir
  • Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran
  • Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet
  • Wasit Slavko Vincic: Pertanda Baik Spanyol atau Mimpi Buruk Argentina?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Gangguan Selat Hormuz Ancam Asia, IMF Proyeksi Inflasi Naik

Gangguan Selat Hormuz Ancam Asia, IMF Proyeksi Inflasi Naik

Finance Gusti Tetiro17 April 2026 / 09:59 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Suasana Selat Hormuz yang menjadi pintu lalu-lintas minyak dunia. Menurut Media Iran, PressTV, sejak Israel menginvasi Iran, lalu lintas kapal turun 94%.(Foto:Tutur/PressTV)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) —  Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menilai perekonomian Asia menghadapi risiko besar akibat potensi gangguan distribusi energi di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dan gas dunia.

Direktur Departemen Asia-Pasifik IMF, Krishna Srinivasan, menyebutkan bahwa kawasan Asia sebenarnya memasuki 2026 dengan fondasi yang cukup kuat, didukung tarif Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan, siklus teknologi yang solid, serta kondisi keuangan yang relatif stabil.

Namun, faktor positif tersebut dinilai belum cukup untuk sepenuhnya meredam dampak gejolak energi akibat konflik di Timur Tengah.

“Ini adalah guncangan yang akan lebih memengaruhi Asia daripada wilayah lain. Yang akan kita lihat adalah inflasi yang lebih tinggi, pertumbuhan yang lebih lemah, dan neraca transaksi berjalan yang lebih lemah,” ujar Srinivasan.

IMF mencatat, tingkat ketergantungan Asia terhadap energi fosil masih tinggi. Konsumsi minyak dan gas mencapai sekitar 4% dari produk domestik bruto (PDB), hampir dua kali lipat dibandingkan kawasan Eropa.

Di sisi lain, kapasitas produksi energi domestik yang terbatas membuat impor minyak dan gas bersih hanya sekitar 2,5% dari PDB kawasan, sehingga memperbesar kerentanan terhadap gangguan pasokan global.

Menurut Srinivasan, gejolak energi ini berpotensi memangkas pertumbuhan ekonomi Asia sebesar 1 hingga 2 poin persentase secara kumulatif hingga 2027.

“Ini adalah guncangan yang berdampak pada harga dan kuantitas,” tegasnya.

Ia menjelaskan, konflik yang berkepanjangan tidak hanya akan mendorong lonjakan harga energi, tetapi juga berpotensi menyebabkan kelangkaan pasokan minyak dan gas yang menjadi input penting bagi berbagai sektor industri, termasuk manufaktur dan pangan.

Selain itu, IMF juga memperkirakan tekanan inflasi di kawasan Asia akan meningkat. Inflasi diproyeksikan naik dari 1,4% pada 2025 menjadi 2,6% pada 2026, sebelum sedikit mereda ke level 2,4% pada 2027.

Baca Juga  Penampakan Hancurnya Pesawat Pengintai Andalan AS Kena Hantam Rudal Iran

Dengan kombinasi tekanan inflasi, perlambatan pertumbuhan, serta potensi pelemahan neraca eksternal, IMF menilai kawasan Asia perlu meningkatkan kewaspadaan dan respons kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.

IMF Asia inflasi Asia Krisis Energi selat hormuz
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGresik Phonska Plus Amankan Tiket Grand Final Proliga 2026
Next Article Purbaya: Indonesia Tak Butuh Dana IMF, APBN Masih Kuat

Berita Lainnya

Ceceran Darah di Jembatan Bandar Khamir Membakar Amarah Iran

18 Juli 2026 / 14:58 WIB

Tahunnya Rusia Pamer Kekuatan, Gelar Latihan Militer Estafet

18 Juli 2026 / 14:19 WIB

Celios: Danantara Harus Perketat Seleksi Proyek Hilirisasi Usai Bergabung dengan Forum SWF Dunia

17 Juli 2026 / 16:58 WIB

Survei BI: Aktivitas Dunia Usaha Menguat pada Triwulan II 2026, Sektor Riil Jadi Penopang Utama

17 Juli 2026 / 15:58 WIB

Gencatan Senjata Runtuh! Langit Kuwait dan Bahrain Mencekam

16 Juli 2026 / 22:58 WIB

Telah Keluar Perintah Iran untuk Houthi Yaman, Blokade Laut Merah!

16 Juli 2026 / 22:01 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Usai Dilantik Prabowo, Ombudsman RI Tancap Gas Kawal Asta Cita

Toto Pribadi11 April 2026 / 16:41 WIB

Enggak Tercantum di LHKPN Febrie, Rumah Sentul Ternyata Milik Sang Anak

18 Juli 2026 / 16:19 WIB

Review Lengkap Samsung Galaxy A27 5G: Keunggulan, Kekurangan dan Harganya

18 Juli 2026 / 16:04 WIB

Tuchel Disorot Usai Inggris Tersingkir: Salah Taktik atau Mental Pemain?

18 Juli 2026 / 16:00 WIB

Febrie Tak Tahu Brankas Berisi Emas Batangan dan Dolar di Rumah Sentul

18 Juli 2026 / 15:41 WIB

Hotman Tidak Ngarep Imbalan Bela Febrie: Modal HP Bikin Penyidik Kocar-kacir

18 Juli 2026 / 15:06 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.