Jakarta (Tutur.co.id) – Sebuah dokumen dengan cap Confidential lengkap dengan embel-embel Danantara Idonesia dan Pertamina sukses membuat geger. Pasalnya, dokumen dengan tajuk ‘Perkiraan Harga Jual Eceran BBM Non Subsidi (JBU) April 2026 ini memperlihatkan kenaikan harga yang signifikan.
Di dalam dokumen tersebut, disebutkan harga-harga berbagai BBM Non Subsidi yang mengalami kenaikan. Untuk eceran Pertamax menjadi Rp17.850 per liter, Pertamax Green 95 seharga 19.150 per liter, Pertamax Turbo Rp19.450 per liter, Pertamina Dex Rp23.950 per liter dan Dexlite dijual seharga Rp23.650 per liter.

Disebutkan pula dalam dokumen tersebut, harga yang tercantum sudah termasuk komponen harga dasar, PPN 11 persen dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Rencananya kenaikan ini akan mulai berlaku pada April 2026 atau tak sampai dua hari lagi.
Ditambahkan juga keterangan bahwa skema harga Gasoline dan Gasoil naik sejalan dengan tren HIP dalam upaya mendukung arahan pemerintah untuk menghemat energi akibat situasi perang Iran yang menyebabkan harga minyak dunia naik ekstrim dan terjadi gangguan 20% pasokan minyak dunia akibat penutupan Selat Hormuz.
Selain itu juga mempertimbangkan perlunya gap harga yang cukup lebar dari pesaing guna mitigasi gejolak sosial segmen JBU di saat terjadi kenaikan harga BBM JBU yang signifikan.
Lalu juga ditambahkan keterangan harga Dex tetap dijaga disparitasnya denga harga Dexlite sebesar Rp300/liter namun dengan kenaikan yang sangat tinggi perlu diperhatikan terhadap possibility shifting konsumen ke JBT.
Dan harga Dexlite denga margin moderate tidak menjadikan kerugian akibat penerapan FAME NPSO. Hal ini disebabkan oleh nilai HIP Solar yang jauh lebih tinggi dari pada HIP FAME sehingga menjadikan beban atas FAME Non Subsidi menjadi berkurang.
Namun hingga berita ini diturunkan, redaksi masih mencoba untuk mengkonfirmasi ke Pertamina dan Danantara untuk membuktikan kebenarannya.

