Tel Aviv (Tutur.co.id) – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan militernya untuk menggempur habis-habisan Iran lewat serangan udara selama 48 jam kedepan. Instruksi ini dikeluarkan Netanyahu menyusul rencana gencatan senjata Amerika Serikat dengan Iran.
Arahan ini dikeluarkan setelah pemerintah Netanyahu memperoleh salinan rencana 15 poin rancangan AS untuk mengakhiri perang. Yang membuat Netanyahu tampak jengkel, dari 15 poin itu tidak menyertakan pembahasan program nuklir Iran atau kemampuan rudal balistiknya.
Netanyahu khawatir Presiden AS Donald Trump dapat mengumumkan pembicaraan damai kapan saja. Kabarnya, Netanyahu mengeluarkan perintah tersebut selama pertemuan di markas militer pada Selasa lalu termasuk menentukan target-targer serangan.
Dilansir dari TRT World, Kamis 26/3/2026, keputusan untuk mengakhiri perang di Iran saat ini memang berada di tangan Trump. Para pejabat Israel sendiri saat ini terpecah, beberapa mendorong tetap melanjutkan serangan ke Iran, yang lain mendukung pengakhiran perang lebih awal.
Sebelumnya Trump juga telah menolak saran dari Perdana Menteri Israel Netanyahu untuk secara terbuka mendorong pemberontakan di Iran. Sikap lunak yang diperlihatkan Washington ini yang membuat Netanyahu tampak gelap mata dengan rencana melakukan serangan besar-besaran.
Sebagai catatan, Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer gabungan melawan Iran sejak 28 Februari lalu. Setidaknya lebih dari 1.340 orang tewas dalam agresi AS dan Israel ke wilayah Iran tersebut.
Iran sendiri merespons dengan serangan di seluruh wilayah negara Teluk yang menyediakan tempat untuk pangkalan militer AS. Selain itu juga mencoba melawan dengan mengganggu aliran minyak termasuk dengan menutup Selat Hormuz.

