Teheran (Tutur.co.id) — Seorang komandan militer Iran, Sardar Kowsari, melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kowsari menyebut negara yang diklaim sebagai militer paling kuat di dunia, merujuk pada pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump, seharusnya tidak perlu meminta bantuan dari negara lain.
“Tentara paling kuat di dunia tidak seharusnya memohon bantuan dari negara lain,” ujar Kowsari menurut informasi di grup telegram Iran Wire, Minggu 22 Maret 2026.
Ia juga mengeklaim bahwa Amerika Serikat tidak memahami secara penuh kemampuan militer Iran, khususnya terkait persenjataan yang dimiliki Teheran.
“AS tidak tahu jenis senjata apa yang dimiliki Iran, termasuk jangkauan maupun karakteristiknya,” tegas Sardar Kowsari.
Sardar Kowsari sendiri merupakan nama lain dari Mohammad Esmail Kowsari, seorang mantan komandan senior di Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang kini juga aktif sebagai anggota parlemen Iran.
Ia dikenal sebagai figur garis keras yang kerap menyuarakan posisi tegas Teheran dalam isu pertahanan dan hubungan dengan Barat, serta memiliki latar belakang pengalaman militer sejak masa Iran-Iraq War.
Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, AS, dan sekutunya di kawasan. Dalam beberapa pekan terakhir, situasi keamanan regional memanas dengan saling serang antara pihak-pihak yang terlibat, termasuk serangan rudal dan operasi militer lintas negara.
Sejumlah pejabat Iran sebelumnya juga berulang kali menegaskan bahwa kemampuan militer mereka, khususnya di sektor rudal, terus berkembang dan siap digunakan untuk merespons tekanan dari Barat.

