Jakarta (Tutur.co.id) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 dapat tercapai seiring meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri.
“Kelihatannya target 5,5 bisa dicapai dari geliat selama Ramadhan kemarin,” ujar Airlangga ditemui usai salat Idul Fitri di Jakarta, Sabtu.
Meski demikian, pemerintah mencermati potensi kenaikan inflasi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini dipengaruhi oleh tidak lagi berlakunya diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang sebelumnya menekan inflasi pada awal 2025.
“Tahun kemarin kan sampai bulan Februari itu ada diskon tarif listrik. Jadi itu yang membuat inflasi tahun kemarin dari segi listriknya deflasi. Tahun ini karena enggak ada (diskon tarif listrik), berarti angkanya akan lebih tinggi,” ucap dia.
Walaupun tekanan inflasi meningkat, pemerintah tetap yakin daya beli masyarakat akan terjaga dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi. Target pertumbuhan kuartal I-2026 dipatok di kisaran 5,5–5,6 persen (yoy), didorong oleh belanja negara, stimulus fiskal, serta momentum Ramadhan dan Lebaran.
Sejumlah stimulus telah digelontorkan, termasuk insentif transportasi mudik seperti diskon tiket kereta api dan angkutan laut sebesar 30 persen, penyeberangan gratis, serta potongan tiket pesawat hingga 18 persen dengan total anggaran Rp911,16 miliar.
Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan pangan senilai Rp12 triliun kepada 35,04 juta keluarga berupa beras dan minyak goreng untuk Februari–Maret 2026. Pemerintah juga mengalokasikan Rp55 triliun untuk THR bagi sekitar 10,5 juta aparatur negara dan pensiunan guna menjaga daya beli masyarakat.

