Jakarta (tutur.co.id) – Perdebatan antara jurnalis Najwa Shihab dan Presiden RI Prabowo Subianto dalam sebuah forum diskusi “Prabowo Menjawab” menjadi sorotan. Dalam sesi tanya jawab, Najwa mengajukan sejumlah pertanyaan terkait sikap pemerintah dalam menghadapi kritik masyarakat serta gelombang demonstrasi yang sempat terjadi.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo menyatakan tidak keberatan dengan aksi protes sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Namun, ia menegaskan pergantian kepemimpinan harus mengikuti mekanisme konstitusional, seraya menyebut pergantian pemimpin dapat dilakukan melalui proses pemilihan berikutnya pada 2029. Ia juga menyinggung potensi disinformasi dan upaya perubahan rezim yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas negara.
