Jakarta (prapanca.id) – Kabar mengejutkan datang dari bintang Detroit Pistons, Cade Cunningham, yang didiagnosis mengalami pneumotoraks atau paru-paru kolaps setelah sempat meninggalkan pertandingan melawan Washington Wizards, Selasa (17/3) waktu Amerika Serikat.
Awalnya, Cunningham ditarik keluar lapangan karena kejang pada punggung usai insiden perebutan bola di kuarter pertama. Ia terlibat benturan dengan pemain Wizards, Tre Johnson, sebelum akhirnya tidak kembali melanjutkan pertandingan.
Namun, hasil pemeriksaan lanjutan mengungkap kondisi yang lebih serius. Pada Kamis (19/3), pihak Pistons mengonfirmasi bahwa Cunningham mengalami pneumotoraks pada paru-paru kiri.
Tim medis menyebut cedera yang dialami Cunningham tergolong ringan. Meski demikian, pemain berusia 24 tahun itu dipastikan absen setidaknya selama dua minggu untuk pemulihan.
Laporan dari jurnalis ESPN, Shams Charania, menyebut bahwa Pistons tetap optimistis Cunningham dapat kembali tepat waktu sebelum dimulainya playoff NBA pada 18 April mendatang.
Absennya Cunningham jelas menjadi pukulan bagi Pistons yang tengah menjalani salah satu musim terbaik mereka dalam hampir dua dekade.
Musim ini, Cunningham tampil luar biasa dengan rata-rata 24,5 poin dan 9,9 assist per pertandingan. Catatan tersebut menempatkannya dalam jajaran elite pemain NBA.
Secara historis, hanya delapan pemain dalam sejarah liga yang mampu mencatat rata-rata poin dan assist setinggi itu dalam satu musim. Cunningham bahkan berpeluang menjadi pemain pertama yang melakukannya bersama Pistons.
Kontribusinya menjadi faktor utama kebangkitan tim yang kini kembali kompetitif di papan atas.
Pneumotoraks merupakan kondisi medis ketika udara masuk ke dalam rongga dada dan menekan paru-paru, sehingga menyebabkan kolaps sebagian atau total. Kondisi ini bisa terjadi akibat benturan fisik, seperti yang dialami Cunningham.
Durasi pemulihan pneumotoraks bervariasi, tergantung tingkat keparahan. Beberapa kasus di NBA menunjukkan waktu pemulihan berkisar antara dua hingga enam minggu.
Kasus serupa pernah dialami beberapa pemain basket profesional. Guard Atlanta Hawks, CJ McCollum, sempat mengalami pneumotoraks ringan pada 2023 dan absen sekitar tiga minggu.
Sementara itu, mantan pemain Houston Rockets, Terrence Jones, juga mengalami cedera serupa pada 2015 dan kembali bermain dalam waktu kurang dari dua pekan.
Kasus yang lebih serius dialami oleh Derrick Michael Xzavierro, pemain asal Indonesia yang harus menjalani perawatan intensif hingga operasi akibat kolaps paru hingga 50 persen.
Dengan jadwal playoff yang semakin dekat, kondisi Cunningham menjadi perhatian utama bagi Pistons dan para penggemarnya.
Kehilangan motor serangan utama tentu akan memengaruhi performa tim dalam beberapa laga ke depan. Namun, dengan diagnosis yang tidak terlalu parah, harapan untuk melihat Cunningham kembali memimpin tim di fase krusial masih terbuka lebar.
Cedera yang dialami Cunningham menjadi pengingat bahwa risiko fisik selalu mengintai atlet profesional, bahkan dalam situasi yang terlihat biasa di lapangan.
Bagi Pistons, fokus kini tertuju pada proses pemulihan sang bintang. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Cunningham masih berpeluang kembali tepat waktu untuk membantu tim berburu prestasi di playoff NBA 2026. (sas)

