Jakarta (Tutur.co.id)— Amnesty International menyatakan serangan yang diduga dilakukan Amerika Serikat terhadap sebuah sekolah di kota Minab, Iran selatan, sebagai tindakan yang melanggar hukum humaniter internasional.
Dalam laporan investigatif yang dipublikasikan pada 16 Maret 2026, Amnesty International menyebut bahwa serangan terhadap Sekolah Shajareh Tayyebeh menewaskan sedikitnya 168 orang, sebagian besar anak-anak.
Amnesty menilai terdapat indikasi kuat bahwa pihak penyerang tidak mengambil langkah pencegahan yang memadai untuk melindungi warga sipil, sebagaimana diwajibkan dalam hukum konflik bersenjata internasional.
“Semua pihak yang bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan serangan ilegal ini harus dimintai pertanggungjawaban,” demikian pernyataan organisasi tersebut.
Serangan terhadap sekolah tersebut terjadi pada 28 Februari 2026, di hari pertama eskalasi konflik di Iran, dan menjadi salah satu insiden paling mematikan terhadap fasilitas sipil dalam konflik tersebut.
Sejumlah laporan media internasional, termasuk Reuters dan Associated Press, sebelumnya juga mengindikasikan bahwa serangan kemungkinan berasal dari rudal yang diluncurkan oleh Amerika Serikat, meski penyelidikan resmi masih berlangsung.
Amnesty International mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan investigasi yang cepat, independen, dan transparan, serta mempublikasikan hasilnya kepada publik.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi final dari otoritas Amerika Serikat terkait temuan tersebut. Namun, pejabat AS menyatakan bahwa investigasi internal masih berjalan dan menegaskan bahwa militer mereka tidak secara sengaja menargetkan warga sipil.
Peristiwa ini memicu kecaman luas dari komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menekankan bahwa serangan terhadap sekolah dan fasilitas sipil dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius hukum humaniter internasional.

