Jakarta (tutur.co.id) — IDX Composite atau IHSG diperkirakan menguji level psikologis 7.000 pada perdagangan pekan ini.
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang resistance 7.200, pivot 7.100, dan support 7.000.
Selain itu, Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan enam saham yang dinilai menarik untuk dicermati investor, yakni PT Bukit Asam Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk.
Phintraco menjelaskan, pelemahan indeks saham global menjadi salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan pasar. Indeks-indeks saham di Wall Street tercatat melemah pada perdagangan Jumat (13/3/2026) sehingga memperpanjang tren pelemahan secara mingguan.
Penguatan harga minyak mentah yang terus berlanjut juga menjadi tekanan bagi pasar, terutama di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Hal itu menimbulkan kekhawatiran akan potensi stagflasi,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (16/3/2026).
Harga minyak Brent tercatat bertahan di atas level US$100 per barel selama dua hari berturut-turut, sementara harga minyak WTI juga menguat di atas US$98 per barel pada 13 Maret 2026.
Di sisi lain, harga emas mengalami pelemahan akibat penguatan dolar AS, meningkatnya kekhawatiran inflasi, serta memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga global.
Phintraco menilai perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar energi akan terus mempengaruhi pergerakan bursa global serta menjadi pertimbangan penting dalam kebijakan moneter bank sentral.
Investor Pantau Kebijakan The Fed
Investor global saat ini juga menantikan keputusan suku bunga dari Federal Reserve atau The Fed yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (18/3/2026).
Phintraco memperkirakan bank sentral AS tersebut akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%.
“Investor akan mencari panduan bagaimana Fed memandang risiko inflasi di tengah konflik AS-Iran, serta implikasinya terhadap kebijakan moneter di masa mendatang,” tulis Phintraco.
Dari dalam negeri, pelaku pasar juga mencermati langkah pemerintah dalam merespons kenaikan harga minyak mentah dunia.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan pemerintah lebih memilih melakukan penghematan dan efisiensi anggaran dibandingkan memperlebar defisit APBN.
Sementara itu, pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada Selasa (17/3/2026).
Phintraco menilai menjelang libur panjang, investor cenderung bersikap wait and see terhadap perkembangan global maupun domestik.
“Secara teknikal, diperkirakan IHSG pekan ini berpotensi menguji level psikologis 7.000,” tulis Phintraco Sekuritas.

