Jakarta (tutur.co.id) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menaikan tarif sejumlah rute Transjabodetabek. Namun kenaikan ini tetap akan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat alias ramah kantong.
“Pemprov DKI Jakarta tetap berpegangan pada prinsip bahwa Transjakarta (termasuk Transjabodetabek) ada unsur Public Service Obligation (PSO) yang tentu salah satunya mengedepankan pertimbangan kemampuan ekonomi masyarakat,” kata Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim, Minggu 8 Juni 2026.
Kendati demikian, Chico menyebutkan bahwa hingga saat ini belum diputuskan berapa tarif khusus untuk Transjabodetabek. Ia juga tidak merinci rute mana saja yang nantinya akan dilakukan penyesuaian tarif. Menurutnya, rencana ini masih dalam pembahasan internal.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan sejumlah rute Transjabodetabek akan dilakukan penyesuaian tarif pada bulan ini, salah satunya Blok M-Bandara Soekarno Hatta.
“Untuk tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian,” jelas Pramono.
Menurut dia, penyesuaian itu perlu dilakukan karena jumlah subsidi yang terlalu besar. Untuk itu, Pramono memutuskan segera menyesuaikan tarif Transjabodetabek di beberapa rute. Kendati demikian, Pramono juga belum merinci rute mana saja yang akan dilakukan penyesuaian tarif tersebut.

