Jakarta (tutur.co.id) – Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia sekaligus pendiri Rumah Perubahan, Rhenald Kasali, buka suara terkait dinamika pemilihan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) masa bakti 2026-2029. Sorotan mengarah pada aksi walkout dan dugaan isu campur tangan beberapa pihak dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI.
“HIPMI bukan sekadar organisasi pengusaha muda. Dari sana lahir banyak pemimpin bisnis, tokoh publik, hingga pemimpin nasional. Karena itu, proses pemilihannya seharusnya menjadi contoh bagaimana kompetisi yang sehat dijalankan,” kata Rhenald Kasali dalam postingan Instagramnya, Selasa 9 Juni 2026.
Rhenald Kasali juga meminta para senior untuk tak ikut campur dalam proses pemilihan Ketua Umum HIMPI yang baru. Menurutnya tak perlu para senior berebut pengaruh dengan mengirimkan orang pilihannya dalam pemilihan tersebut.
Pasalnya, menurut Rhenald Kasali, munculnya polemik, walkout hingga dugaan campur tangan pihak dalam pemilihan Ketua Umum HIPMI justru akan mencoreng organisasi para pengusaha muda itu. Selain itu, juga berpotensi menurunkan kepercayaan generasi muda terhadap proses demokrasi dan meritokrasi.
“Mari kita kawal bersama proses ini. Bangsa yang besar membutuhkan pemimpin yang lahir dari prestasi, bukan dari intervensi,” tegas Rhenald Kasali.
Sebagai catatan, Munas XVIII HIPMI akan diselenggarakan di Provinsi Lampung pada 10–11 Juni 2026. Agenda utamanya adalah memilih Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI masa bakti 2026–2029 untuk menggantikan Akbar Himawan Buchari.
Sebelumnya, pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029 diramaikan oleh empat kandidat yang telah melewati rangkaian debat, dengan mengusung tema mulai dari investasi, hilirisasi, hingga pasar modal. Namun dalam sesi debat, beberapa caketum memutuskan mundur dalam kontestasi. Hal ini lah yang ditengarai karena kuatnya campur tangan pihak luar.

