Jakarta (tutur.co.id) – Nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Farid Ahmad (RA) muncul dalam penyidikan korupsi yang terjadi di lingkungan Bea dan Cukai.
PLT Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengungkapkan nama Raffi muncul berkaitan saat kunjungannya ke Kantor Blueray Cargo yang berada di Amerika Serikat.
Raffi disebut datang ke perusahaan yang kini tengah masuk radar penyidikan kasus korupsi suap di lingkungan Bea dan Cukai, untuk menitipkan atau mengirimkan beberapa barang elektronik ke Indonesia.
“Ada fakta saudara RA menitip,” kata Taufik saat konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Senin 8 Juni 2026.
Namun pihaknya mengaku enggan memanggil Raffi Ahmad sebab tidak cukup bukti ia menjadi bagian dari peristiwa Blueray dalam pengurusan keimigrasian di Ditjen Bea Cukai.
KPK menyatakan tak menutup kemungkinan memeriksa suami Nagita Slavina untuk mendalami kasus korupsi suap yang terjadi menyeret nama perusahaan kargo Blueray.
“Apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya, kami akan lakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Sebagai informasi, kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Bea Cukai bermula pada 4 Februari 2026 saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT).
Sehari kemudian, enam orang ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari pejabat Bea Cukai seperti Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan, serta tiga orang dari Blueray Cargo yakni John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan.
Pada 26 Februari, Budiman Bayu Prasojo menyusul sebagai tersangka baru. Sehari setelahnya, KPK menyita uang tunai Rp5,19 miliar dari sebuah rumah di Ciputat.
Sidang perdana tiga terdakwa dari Blueray Cargo digelar 6 Mei 2026, di mana nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama disebut ikut pertemuan dengan pengusaha kargo di Jakarta pada Juli 2025.
Jaksa KPK lalu menyatakan pada 20 Mei bahwa Djaka Budi menerima suap 213.600 dolar Singapura (sekitar Rp3,01 miliar). Terakhir, pada 5 Juni 2026, nama artis Raffi Ahmad muncul di persidangan terkait kunjungannya ke kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat.

