Jakarta (tutur.co.id) – Bupati Muara Enim Edison tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia tiba di gedung KPK Selasa 9 Juni 2026, sekitar pukul 08.51 WIB setelah sebelumnya sempat dilakukan pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan.
Berdasarkan pantauan, ia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna biru dipadukan celana panjang hitam, sembari mengenakan masker sebagai penutup dan kaca mata disimpan dalam sakunya.
Ia digiring masuk gedung KPK dijaga oleh penyidik dan 2 orang personel polisi berseragam lengkap menuju lantai 2 untuk menjalani pemeriksaan.
Sembari berjalan, awak media mencoba berondong pertanyaan terkait OTT bersama 9 orang lainnya, namun ia bungkam tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya.
Sebelumnya Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa OTT Muara Enim menjaring 10 orang dalam perkara berkaitan dengan berbagai pengadaan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim serta telah menetapkan beberapa tersangka.
“Maka berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang diperoleh, diputuskan perkara ini naik ke tahap penyidikan, untuk kemudian menetapkan para pihak sebagai tersangkanya,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya Senin 8 Mei 2026.

