Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Menang Atas Mozambik Tak Bikin Herdman Puas: Harusnya Cetak Lebih Banyak Gol
  • Grup K Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Portugal Dikepung Pemburu Kejutan
  • Vietnam Mulai Mata-matai Kekuatan Timnas Indonesia
  • Garuda Terbang Tinggi, Gol Ole Romeny Bungkam Mozambik di GBK
  • Bagi-bagi Uang Korupsi: Bupati Muara Enim 5 Persen, Kadis 3 Persen
  • Grup J Piala Dunia 2026: Tiga Penantang Siap Menjegal Argentina
  • Menkes Dukung Empat Langkah Bos Baru BGN
  • Impor 250 Ribu Ton Kedelai, Zulhas Pastikan Nasib UMKM Tahu Tempe Tak Kolaps
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Finance»Industri Halal dan Keuangan Syariah Belum Terintegrasi, Indef Minta Pemerintah Beri Insentif Pembiayaan UMKM

Industri Halal dan Keuangan Syariah Belum Terintegrasi, Indef Minta Pemerintah Beri Insentif Pembiayaan UMKM

Finance Gusti Tetiro09 Juni 2026 / 07:58 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Foto: Ilustrasi sepasang keluarga muda bertransaksi di lembaga keuangan syariah. (Foto: Tutur)
Foto: Ilustrasi sepasang keluarga muda bertransaksi di lembaga keuangan syariah. (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Potensi besar ekonomi syariah Indonesia dinilai belum didukung integrasi yang kuat antara industri halal dan sektor keuangan syariah. Akibatnya, lembaga keuangan syariah belum mampu menjadi sumber pembiayaan utama bagi pelaku usaha halal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) Indef, Nur Hidayah, mengatakan industri halal dan keuangan syariah masih berjalan sendiri-sendiri, padahal keduanya seharusnya menjadi satu ekosistem yang saling memperkuat.

“Industri halal menghasilkan aktivitas ekonomi, sementara keuangan syariah menyediakan pembiayaan, investasi, dan mitigasi risiko. Namun hingga saat ini keterkaitan keduanya belum berjalan optimal,” ujar Nur Hidayah dalam diskusi virtual bertajuk SGIE Indonesia Merosot: Evaluasi Kebijakan dan Industri Halal Nasional, seperti dilansir Antara, Senin (9/6/2026).

Menurut dia, negara-negara yang berhasil membangun ekonomi halal umumnya memiliki integrasi kuat antara industri halal dan sektor keuangan syariah. Sinergi tersebut memungkinkan aktivitas produksi, distribusi, hingga pembiayaan berjalan dalam satu rantai nilai yang saling mendukung.

Di Indonesia, kondisi tersebut belum sepenuhnya terwujud. Banyak pelaku UMKM yang telah memiliki sertifikat halal justru masih mengandalkan pembiayaan konvensional karena kesulitan memperoleh akses pembiayaan syariah yang kompetitif.

Fenomena tersebut menunjukkan adanya celah dalam implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal (JPH). Selama ini, kebijakan halal masih lebih berfokus pada sertifikasi bahan baku dan proses produksi, sementara aspek pembiayaan belum menjadi bagian dari ekosistem halal secara menyeluruh.

Nur Hidayah menilai konsep rantai halal ke depan harus dibangun secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, perusahaan atau pelaku usaha yang mengklaim produknya halal juga didorong menggunakan instrumen pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Baca Juga  Iran Tembak Jatuh Drone Hermes Andalan Israel

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memperkuat daya saing industri keuangan syariah yang saat ini masih berada pada tahap pengembangan dan belum mampu bersaing setara dengan industri keuangan konvensional yang lebih matang.

“Perlu ada intervensi pemerintah melalui kebijakan afirmatif dan protektif agar industri keuangan syariah memiliki ruang berkembang yang lebih besar. Selain itu, perlu insentif bagi lembaga keuangan syariah yang menyalurkan pembiayaan kepada UMKM halal sehingga dapat menjadi pilihan utama pelaku usaha,” katanya.

 

Kontribusi Besar bagi Perekonomian

Meski menghadapi berbagai tantangan, Indonesia masih menjadi salah satu pemain utama ekonomi syariah dunia. Posisi Indonesia tetap berada di kelompok teratas dalam berbagai laporan ekonomi Islam global, terutama pada sektor makanan halal, keuangan syariah, fesyen muslim, kosmetik, dan produk halal lainnya.

Dari sisi perdagangan, kinerja ekspor produk halal juga terus menunjukkan pertumbuhan. Data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal menunjukkan nilai ekspor produk halal Indonesia mencapai sekitar US$41,42 miliar pada periode Januari–Oktober 2024 dengan surplus perdagangan sebesar US$29,09 miliar.

Sektor makanan olahan masih menjadi penyumbang terbesar ekspor halal nasional, disusul fesyen muslim, farmasi, dan kosmetik.

BPJPH juga mencatat ekosistem industri halal yang berada di bawah pengawasan Jaminan Produk Halal (JPH) saat ini telah memberikan kontribusi sekitar 27% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional atau setara Rp4.900 triliun.

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa penguatan integrasi antara industri halal dan keuangan syariah tidak hanya penting bagi pengembangan ekonomi syariah, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

ekonomi syariah Indonesia headline industri halal keuangan syariah UMKM halal
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLokasi Layanan SIM Keliling 9 Juni 2026
Next Article Mozambik Ketar-ketir Hadapi Indonesia, Chiquinho: Mereka Menang 3-0 atas Oman

Berita Lainnya

Grup K Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Portugal Dikepung Pemburu Kejutan

10 Juni 2026 / 00:00 WIB

Garuda Terbang Tinggi, Gol Ole Romeny Bungkam Mozambik di GBK

09 Juni 2026 / 22:34 WIB

Grup J Piala Dunia 2026: Tiga Penantang Siap Menjegal Argentina

09 Juni 2026 / 21:00 WIB

Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Pabrik Gula

09 Juni 2026 / 19:28 WIB

Menko Pangan Ungkap Arahan Presiden Soal Harga Sembako

09 Juni 2026 / 19:22 WIB

Pergantian Menteri Keuangan Mereda, Rupiah dan IHSG Tiba-tiba Kompak Meledak!

09 Juni 2026 / 19:02 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Situasi Iran Memburuk, Sekjen PBB Sampaikan Keprihatinan Mendalam

Deba Salamah16 Januari 2026 / 21:30 WIB

Menang Atas Mozambik Tak Bikin Herdman Puas: Harusnya Cetak Lebih Banyak Gol

10 Juni 2026 / 02:00 WIB

Grup K Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Portugal Dikepung Pemburu Kejutan

10 Juni 2026 / 00:00 WIB

Vietnam Mulai Mata-matai Kekuatan Timnas Indonesia

09 Juni 2026 / 23:00 WIB

Garuda Terbang Tinggi, Gol Ole Romeny Bungkam Mozambik di GBK

09 Juni 2026 / 22:34 WIB

Bagi-bagi Uang Korupsi: Bupati Muara Enim 5 Persen, Kadis 3 Persen

09 Juni 2026 / 21:38 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.