Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Menang Atas Mozambik Tak Bikin Herdman Puas: Harusnya Cetak Lebih Banyak Gol
  • Grup K Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Portugal Dikepung Pemburu Kejutan
  • Vietnam Mulai Mata-matai Kekuatan Timnas Indonesia
  • Garuda Terbang Tinggi, Gol Ole Romeny Bungkam Mozambik di GBK
  • Bagi-bagi Uang Korupsi: Bupati Muara Enim 5 Persen, Kadis 3 Persen
  • Grup J Piala Dunia 2026: Tiga Penantang Siap Menjegal Argentina
  • Menkes Dukung Empat Langkah Bos Baru BGN
  • Impor 250 Ribu Ton Kedelai, Zulhas Pastikan Nasib UMKM Tahu Tempe Tak Kolaps
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Nasional»Impor 250 Ribu Ton Kedelai, Zulhas Pastikan Nasib UMKM Tahu Tempe Tak Kolaps

Impor 250 Ribu Ton Kedelai, Zulhas Pastikan Nasib UMKM Tahu Tempe Tak Kolaps

Nasional Ahmad Nuryaman09 Juni 2026 / 19:48 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pekerja menata tempe di salah satu sentra produksi, Kelurahan Jambula, Ternate, Maluku Utara, Rabu (20/5/2026). Menurut produsen setempat, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menembus hingga di atas Rp17.500 membuat harga bahan baku utama yaitu kedelai impor naik dari Rp10.600 per kg menjadi Rp10.800 per kg sehingga produsen terpaksa menaikan harga jual di kalangan agen dan pasar dari Rp3.000 menjadi Rp4.000 per bungkus untuk tempe, serta Rp2.500 menjadi Rp3.000 per potong untuk tahu. ANTARAFOTO/Andri Saputra/sgd
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Pemerintah memutuskan untuk mengimpor 250 ribu ton kedelai dengan subsidi Rp2.000 per kilogram guna menjaga stabilitas harga bahan baku UMKM tempe dan tahu. Keputusan ini diambil dalam Rapat Koordinasi Pangan di Jakarta, Selasa 9 Juni 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan impor ini penting agar UMKM tidak kolaps di tengah fluktuasi harga global dan musim kemarau.

“Bapak Presiden menginstruksikan agar kebutuhan sembako rakyat diperhatikan secara serius. Harga sembako tidak boleh memberatkan rakyat dalam situasi apa pun. Negara harus hadir memastikan pasokan tersedia dan harga tetap terjangkau,” kata Zulhas dalam keterangan persnya.

Subsidi kedelai ini ditujukan untuk pelaku UMKM tempe dan tahu yang selama ini sangat rentan terhadap lonjakan harga bahan baku. Mekanisme pemberian subsidi akan diatur lebih lanjut bersama kementerian terkait dan Perum Bulog.

Selain impor kedelai, pemerintah juga memutuskan menambah program bantuan pangan beras selama tiga bulan mulai Juli 2026. Sebanyak 33,24 juta penerima akan mendapat 10 kilogram beras per bulan. Program ini menyerap 1 juta ton cadangan beras sebagai bantalan sosial menghadapi musim kemarau.

“Indonesia memasuki musim kemarau. Harga sembako tidak boleh naik dan rakyat tidak boleh disulitkan karena gejolak harga. Karena itu pemerintah menambah bantuan pangan agar masyarakat yang paling rentan tetap terlindungi,” ujar Menko Pangan.

Pemerintah juga memutuskan distribusi Minyakita diprioritaskan untuk pasar rakyat dan tradisional. Bantuan sosial tidak boleh lagi menggunakan alokasi Minyakita agar pasokan di pasar tetap terjaga.

Berdasarkan laporan kementerian terkait, stok pangan nasional dalam kondisi cukup. Harga ayam ras dan telur masih di bawah Harga Acuan Penjualan, meski cabai rawit naik karena faktor musim. Pemerintah menegaskan stabilitas pangan menjadi prioritas utama di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga  Video: Pemerintah Pastikan Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen
impor kedelai Prabowo Subianto sembako UMKM Zulkifli Hasan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHadapi Musim Kemarau, Menko Pangan Siapkan Bantuan Beras 1 Juta Ton Selama 3 Bulan
Next Article Menkes Dukung Empat Langkah Bos Baru BGN

Berita Lainnya

Menkes Dukung Empat Langkah Bos Baru BGN

09 Juni 2026 / 20:59 WIB

Hadapi Musim Kemarau, Menko Pangan Siapkan Bantuan Beras 1 Juta Ton Selama 3 Bulan

09 Juni 2026 / 19:36 WIB

Menko Pangan Ungkap Arahan Presiden Soal Harga Sembako

09 Juni 2026 / 19:22 WIB

AMSI Jakarta Dorong Perlindungan Hak Cipta Jurnalistik dan Kolaborasi Media di Era AI

09 Juni 2026 / 14:38 WIB

Rhenald Kasali Buka Suara Soal Geger Pemilihan Ketua Umum HIPMI

09 Juni 2026 / 13:28 WIB

Lokasi Layanan SIM Keliling 9 Juni 2026

09 Juni 2026 / 07:50 WIB
Form Komentar Cancel Reply

Profil Yudi Abrimantyo, Kepala BAIS Tersandung Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Toto Pribadi25 Maret 2026 / 21:07 WIB

Menang Atas Mozambik Tak Bikin Herdman Puas: Harusnya Cetak Lebih Banyak Gol

10 Juni 2026 / 02:00 WIB

Grup K Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Portugal Dikepung Pemburu Kejutan

10 Juni 2026 / 00:00 WIB

Vietnam Mulai Mata-matai Kekuatan Timnas Indonesia

09 Juni 2026 / 23:00 WIB

Garuda Terbang Tinggi, Gol Ole Romeny Bungkam Mozambik di GBK

09 Juni 2026 / 22:34 WIB

Bagi-bagi Uang Korupsi: Bupati Muara Enim 5 Persen, Kadis 3 Persen

09 Juni 2026 / 21:38 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.