Seattle (Tutur.co.id) – Grup G Piala Dunia 2026 menghadirkan persaingan yang menarik antara empat tim dengan karakter dan latar belakang berbeda. Belgia datang sebagai unggulan utama, tetapi Mesir, Iran, dan Selandia Baru memiliki ambisi yang sama untuk merebut tiket ke babak gugur.
Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu menjadi kesempatan bagi Belgia untuk mengakhiri penantian panjang meraih prestasi besar, sementara Mesir dan Iran berupaya mencetak sejarah baru. Di sisi lain, Selandia Baru kembali ke panggung dunia dengan harapan melampaui pencapaian terbaik mereka sebelumnya.
Di atas kertas, Belgia masih menjadi tim dengan kualitas skuad terbaik di Grup G. Namun, Mesir memiliki pengalaman dan kualitas individu yang dapat membuat kejutan, sementara Iran dikenal sebagai lawan yang sulit dikalahkan berkat organisasi permainan yang disiplin.
Selandia Baru mungkin menjadi tim yang paling jarang diperhitungkan, tetapi pengalaman mereka pada Piala Dunia 2010 menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim yang lebih kuat.
Belgia Berupaya Menutup Era Generasi Emas dengan Prestasi
Belgia kembali tampil di Piala Dunia untuk keempat kalinya secara beruntun dan akan menjalani penampilan ke-15 sepanjang sejarah mereka di turnamen ini. Meski masih diperkuat sejumlah pemain yang menjadi bagian dari generasi emas, Piala Dunia 2026 bisa menjadi kesempatan terakhir bagi beberapa nama senior untuk membawa Belgia meraih prestasi tertinggi.
Pencapaian terbaik Belgia terjadi pada Piala Dunia 2018 ketika mereka finis di peringkat ketiga setelah menampilkan permainan impresif dan menyingkirkan sejumlah tim kuat, termasuk Brasil di babak perempat final.
Namun, performa Belgia mengalami penurunan pada edisi berikutnya. Di Piala Dunia 2022, mereka gagal lolos dari fase grup setelah kalah bersaing dengan Maroko dan Kroasia.
Kini, di bawah arahan pelatih Rudi Garcia, Belgia berusaha memadukan pengalaman pemain senior dengan energi generasi baru. Kevin De Bruyne tetap menjadi pusat permainan, didukung Charles De Ketelaere dan Jeremy Doku yang menjadi wajah masa depan sepak bola Belgia.
Kehadiran pemain-pemain berpengalaman seperti Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, dan Youri Tielemans membuat Belgia tetap menjadi favorit utama untuk memuncaki Grup G.
Mesir Memburu Kemenangan Pertama di Piala Dunia
Mesir datang ke Piala Dunia 2026 dengan misi yang sangat jelas, yakni meraih kemenangan pertama sepanjang sejarah partisipasi mereka di ajang tersebut.
Tim berjuluk The Pharaohs merupakan salah satu kekuatan terbesar di Afrika dengan koleksi tujuh gelar Piala Afrika. Namun, prestasi itu belum mampu diterjemahkan di level Piala Dunia.
Pada tiga penampilan sebelumnya, yakni 1934, 1990, dan 2018, Mesir belum pernah merasakan kemenangan. Karena itu, turnamen kali ini menjadi kesempatan emas untuk mengubah sejarah tersebut.
Harapan besar bertumpu pada Mohamed Salah yang masih menjadi ikon utama sepak bola Mesir. Kapten tim itu akan didukung oleh penyerang Manchester City Omar Marmoush, Mahmoud Hassan Trezeguet, serta kiper berpengalaman Mohamed El Shenawy.
Di bawah asuhan Hossam Hassan, Mesir diyakini memiliki kualitas untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur sekaligus mencatatkan tonggak baru dalam sejarah sepak bola mereka.
Iran Ingin Akhiri Kutukan Fase Grup
Iran kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kekuatan paling konsisten di Asia. Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketujuh mereka di putaran final dan yang kelima secara beruntun.
Meski rutin tampil di Piala Dunia, Team Melli masih menyimpan pekerjaan rumah besar karena belum pernah menembus fase gugur. Ambisi itulah yang menjadi motivasi utama skuad asuhan Amir Ghalenoei.
Iran dikenal sebagai tim dengan organisasi permainan yang disiplin, pertahanan yang kuat, serta kemampuan memanfaatkan serangan balik secara efektif. Karakter tersebut membuat mereka kerap menyulitkan tim-tim yang secara kualitas lebih diunggulkan.
Kekuatan Iran bertumpu pada perpaduan pemain berpengalaman dan generasi yang lebih muda. Nama-nama seperti Mehdi Taremi, Alireza Jahanbakhsh, Sardar Azmoun, dan Mohammad Mohebi menjadi tumpuan dalam upaya mencetak sejarah baru.
Dengan pengalaman tampil dalam empat Piala Dunia terakhir, Iran bukan lagi sekadar peserta pelengkap dan berpotensi menjadi ancaman serius bagi Belgia maupun Mesir.
Selandia Baru Datang Tanpa Beban
Selandia Baru mungkin menjadi tim yang paling tidak diunggulkan di Grup G, tetapi sejarah menunjukkan mereka mampu memberikan kejutan.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketiga mereka di putaran final setelah sebelumnya tampil pada 1982 dan 2010.
Momen terbaik Selandia Baru terjadi di Afrika Selatan pada 2010. Meski gagal lolos ke babak berikutnya, mereka mencatat prestasi unik sebagai satu-satunya tim yang tidak terkalahkan sepanjang turnamen. Saat itu, Selandia Baru menahan imbang Slovakia, Italia, dan Paraguay.
Generasi saat ini dipimpin oleh penyerang Nottingham Forest Chris Wood yang menjabat sebagai kapten tim. Selain itu, Marko Stamenic, Tyler Bindon, dan Max Crocombe menjadi pemain yang diharapkan mampu membawa Selandia Baru bersaing di level tertinggi.
Tanpa tekanan besar dan ekspektasi berlebihan, Selandia Baru berpotensi menjadi pengganggu yang dapat mempersulit langkah tim-tim unggulan.
Jadwal Grup G Piala Dunia 2026
16 Juni 2026
• Belgia vs Mesir – 02.00 WIB
• Iran vs Selandia Baru – 08.00 WIB
22 Juni 2026
• Belgia vs Iran – 02.00 WIB
• Selandia Baru vs Mesir – 08.00 WIB
27 Juni 2026
• Mesir vs Iran – 10.00 WIB
• Selandia Baru vs Belgia – 10.00 WIB

