Jakarta (tutur.co.id) – Bangun tidur lalu kembali rebahan sambal scrolling TikTok, nonton series, atau memandangi layar HP berjam-jam kini bukan lagi sekadar rasa malas biasa. Di media sosial, kebiasaan ini dikenal dengan istilah bed rotting, tren yang belakangan ramai dilakukan kalangan Gen Z sebagai cara untuk “kabur sementara” dari stress dan tekanan hidup.
Menariknya, fenomena ini bahkan dianggap sebagian anak muda saat ini sebagai bentuk self-care modern di tengah kehidupan yang terasa makin melelahkan. Bagaimana menurut Anda?
Dilansir dari Sleep Foundation, bed rotting adalah kebiasaan menghabiskan waktu seharian di tempat tidur sambal melakukan aktivitas pasif seperti scrolling media sosial, menonton video, tidur, atau ngemil. Tren ini pertama kali ramai di TikTok sejak 2023 dan masih terus popular hingga sekarang, banyak pengguna media sosial mengaku melakukan hal tersebut untuk memulihkan energi setelah merasa burnout atau kelelahan mental.
Fenomena ini dianggap sangat relate dengan kehidupan generasi muda saat ini yang hidup di tengah tekanan media sosial, pekerjaan, tugas kuliah, hingga tuntutan untuk selalu produktif. Banyak orang merasa lelah secara mental meski aktivitas harian mereka terlihat biasa saja. Karena itu, kasur sering dianggap menjadi tempat paling nyaman untuk “kabur” sejenak dari dunia luar.
Menurut penjelasan dari Cleveland Clinic, rebahan sesekali untuk memulihkan energi sebenarnya merupakan hal yang normal dan bisa membantu tubuh beristirahat dari stres harian. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kebiasaan tersebut bisa menjadi masalah jika dilakukan terlalu sering hingga membuat seseorang kehilangan motivasi, menarik diri dari aktivitas sosial, atau terus menghindari tanggung jawab sehari-hari.
Bed rotting juga dapat memberi rasa nyaman sementara bagi orang yang kelelahan mental. Akan tetapi, terlalu lama berada di tempat tidur justru dapat memperburuk pola tidur, meningkatkan isolasi sosial, dan membuat tubuh kurang aktif. Para ahli bahkan menyebut kebiasaan ini bisa menjadi tanda stres berlebihan hingga depresi jika berlangsung terus-menerus.
Menariknya, tren ini juga memperlihatkan perubahan cara generasi muda memandang istirahat. Jika dulu rebahan seharian sering dianggap identik dengan malas, kini banyak anak muda mulai lebih terbuka membicarakan burnout dan kelelahan mental. Di media sosial, ribuan unggahan dengan tagar #bedrotting bahkan menggambarkan aktivitas rebahan sepanjang hari sebagai bentuk “healing” dari tekanan hidup modern.

