Mexico City (Tutur.co.id) – Stadion Azteca selama ini dikenal sebagai salah satu markas paling angker dalam dunia sepak bola. Atmosfer luar biasa, dukungan puluhan ribu suporter, serta letaknya yang berada di dataran tinggi membuat banyak tim kesulitan ketika menghadapi Timnas Meksiko di stadion legendaris tersebut.
Namun, jelang duel Meksiko vs Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, rekor tak terkalahkan El Tri di Azteca ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan tingkat kesulitan yang akan dihadapi The Three Lions.
Meksiko memang belum pernah kalah dalam 26 pertandingan terakhir di Stadion Azteca. Namun, sebagian besar lawan yang dihadapi berasal dari kawasan CONCACAF atau tim yang levelnya berada di bawah Inggris. Dengan kata lain, rekor impresif tersebut perlu dilihat secara lebih proporsional.
Meksiko Tak Terkalahkan Selama 13 Tahun di Azteca
Meksiko terakhir kali kalah di Stadion Azteca pada September 2013 saat takluk 1-2 dari Honduras dalam laga kualifikasi Piala Dunia. Sejak saat itu, skuad El Tri membangun rekor luar biasa dengan 26 pertandingan tanpa kekalahan, yang terdiri atas 19 kemenangan dan tujuh hasil imbang.
Catatan tersebut tentu terlihat mengesankan. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, sebagian besar pertandingan berlangsung melawan lawan yang kualitasnya berada di bawah tim-tim elite dunia.
Karena itu, laga melawan Inggris akan menjadi ujian yang jauh berbeda dibanding mayoritas pertandingan kandang Meksiko dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Mayoritas Lawan Berasal dari Kawasan CONCACAF
Selama periode tak terkalahkan itu, Meksiko paling sering menghadapi Panama dan Honduras, masing-masing sebanyak empat kali. Selain itu, El Tri juga beberapa kali menjamu Amerika Serikat, Kanada, Kosta Rika, Jamaika, dan El Salvador.
Di luar kawasan CONCACAF, hanya segelintir tim yang pernah datang ke Azteca, seperti Selandia Baru, Israel, Skotlandia, Guatemala, Portugal, Republik Ceko, Afrika Selatan, dan Ekuador.
Artinya, Inggris akan menjadi salah satu lawan dengan kualitas tertinggi yang pernah dihadapi Meksiko di kandang sendiri dalam beberapa tahun terakhir.
Hasil Imbang Justru Terjadi Saat Menghadapi Lawan Lebih Kuat
Menariknya, tujuh hasil imbang dalam rekor 26 laga tanpa kekalahan sebagian besar diraih ketika Meksiko menghadapi lawan yang memiliki kualitas relatif lebih tinggi.
Amerika Serikat dua kali memaksa El Tri bermain imbang di Azteca. Kanada juga berhasil mencuri satu poin, begitu pula Portugal dalam laga uji coba menjelang Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Kosta Rika, Honduras, dan Jamaika juga pernah menahan imbang Meksiko di stadion yang selama ini dianggap sangat angker tersebut.
Fakta itu menunjukkan bahwa Azteca bukanlah tempat yang mustahil untuk ditaklukkan, terutama bagi tim dengan kualitas dan pengalaman seperti Inggris.
Inggris Jadi Lawan Terberat Meksiko Selama Bertahun-tahun
Di atas kertas, Inggris merupakan lawan terkuat yang akan dihadapi Meksiko di Stadion Azteca sejak lama. Skuad asuhan Thomas Tuchel datang dengan materi pemain bertabur bintang yang bermain di klub-klub elite Eropa.
Meski performa Inggris sepanjang Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya konsisten, kualitas individu mereka tetap berada di level tertinggi.
Kehadiran Harry Kane, Jude Bellingham, Bukayo Saka, Marcus Rashford, hingga Declan Rice membuat The Three Lions memiliki kualitas yang berbeda dibanding mayoritas lawan yang sebelumnya datang ke Azteca.
Rekor Meksiko Dibangun dari Dominasi atas Tim yang Secara Level Berada di Bawah
Sebagian besar kemenangan Meksiko dalam 26 pertandingan tersebut diraih atas tim-tim yang memang secara kualitas berada di bawah mereka. El Tri beberapa kali mengalahkan Panama, Honduras, El Salvador, Guatemala, Selandia Baru, Israel, dan Afrika Selatan dengan skor meyakinkan.
Pada Piala Dunia 2026, Meksiko juga tampil impresif di Azteca. Mereka membuka turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan, kemudian menutup fase grup dengan membungkam Republik Ceko 3-0 tanpa kebobolan.
Di babak 32 besar, Ekuador yang dikenal memiliki pertahanan solid juga berhasil dikalahkan dengan skor 2-0 melalui gol Julian Quinones dan Raul Jimenez.
Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan bahwa Meksiko memang sangat nyaman bermain di hadapan pendukung sendiri. Namun, kualitas lawan yang dihadapi belum sebanding dengan tantangan yang akan diberikan Inggris.
Atmosfer Azteca Tetap Menjadi Ancaman Nyata
Meski rekor tak terkalahkan Meksiko perlu dipandang secara lebih objektif, bukan berarti Inggris bisa menganggap enteng laga ini. Stadion Azteca tetap menjadi salah satu venue paling sulit di dunia.
Ketinggian lokasi stadion, suhu yang hangat, serta dukungan lebih dari 80 ribu suporter dipastikan akan menciptakan tekanan luar biasa bagi para pemain Inggris.
Atmosfer tersebut sering kali menjadi faktor yang mampu meningkatkan performa El Tri ketika bermain di kandang sendiri. Karena itu, Inggris tidak hanya dituntut unggul secara kualitas permainan, tetapi juga harus mampu mengendalikan emosi serta menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Mitos atau Fakta?
Rekor 26 pertandingan tanpa kekalahan memang menjadi modal besar bagi Meksiko. Namun, jika melihat kualitas lawan yang pernah mereka hadapi selama periode tersebut, catatan itu tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak bahwa Inggris akan kesulitan hanya karena bermain di Stadion Azteca.
Sebaliknya, duel babak 16 besar Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua tim. Bagi Meksiko, pertandingan ini menjadi kesempatan membuktikan bahwa dominasi mereka di Azteca memang layak disandingkan dengan tim-tim elite dunia.
Sementara bagi Inggris, laga ini merupakan peluang untuk mematahkan anggapan bahwa Stadion Azteca adalah benteng yang mustahil ditaklukkan sekaligus melangkah ke babak perempat final dengan mengalahkan salah satu tuan rumah turnamen.

