New Jersey (Tutur.co.id) – Timnas Prancis harus bekerja ekstra keras untuk menyingkirkan Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Les Bleus akhirnya menang tipis 1-0 di Philadelphia berkat gol penalti Kylian Mbappe, hasil yang mengantarkan mereka melaju ke babak perempat final menghadapi Maroko.
Pertandingan ini menjadi salah satu duel paling keras dan penuh pertarungan fisik mirip gayai kompetisi Libertadores. Paraguay tampil sangat disiplin dengan pertahanan rapat dan nyaris memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Namun, kualitas individu serta mental juara yang dimiliki Prancis akhirnya menjadi pembeda.
Paraguay Hampir Sempurna Meredam Serangan Prancis
Sejak menit pertama, Paraguay menjalankan strategi yang telah disiapkan pelatih Gustavo Alfaro dengan sangat disiplin. Albirroja menumpuk pemain di lini belakang menggunakan blok pertahanan rendah, mempersempit ruang di area tengah, dan membiarkan Prancis menguasai bola.
Target utama mereka jelas, yakni mematikan pergerakan Kylian Mbappe beserta trio penyerang Prancis lainnya, Bradley Barcola, Michael Olise, dan Ousmane Dembele.
Strategi tersebut membuat Les Bleus kesulitan mengembangkan permainan. Hingga turun minum, hampir tidak ada peluang bersih yang mampu diciptakan oleh kedua tim.
Penampilan gemilang penjaga gawang Orlando Gill semakin memperkuat pertahanan Paraguay. Kiper muda tersebut tampil luar biasa sepanjang pertandingan hingga dinobatkan sebagai Man of the Match, meski gagal membawa timnya lolos ke perempat final.
Mbappe Hadapi Duel Fisik dan Perang Mental
Sepanjang pertandingan, Mbappe menjadi sasaran penjagaan ketat para pemain Paraguay. Juan Jose Caceres dan Matias Galarza bergantian membayangi setiap pergerakannya. Penyerang Prancis itu beberapa kali terlibat adu argumen dengan pemain lawan dalam pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi.
Meski frustrasi karena minim ruang, Mbappe tetap menunjukkan ketenangan dan karakter sebagai pemimpin tim. Salah satu peluang terbaiknya sempat tercipta ketika menerima umpan panjang dari Mike Maignan. Namun, ia kehilangan keseimbangan pada momen krusial sehingga gagal menaklukkan Orlando Gill.
Usai pertandingan, Mbappe menegaskan bahwa kemenangan ini membuktikan Prancis tidak hanya mampu bermain atraktif, tetapi juga sanggup memenangkan laga dengan cara yang lebih keras.
“Kami menunjukkan bahwa kami bukan hanya tim yang bisa memainkan sepak bola menyerang yang indah. Jika pertandingan menuntut kami bertarung habis-habisan, kami siap melakukannya. Kami tidak memiliki masalah dengan itu,” ujar Mbappe.
Desire Doue Ubah Jalannya Pertandingan
Ketika lini depan Prancis mulai kehilangan ide, Didier Deschamps mengambil keputusan penting dengan memasukkan Desire Doue menggantikan Bradley Barcola. Pergantian tersebut menjadi titik balik pertandingan.
Doue langsung memberikan dimensi berbeda melalui kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan keberaniannya menghadapi lawan dalam duel satu lawan satu.
Dalam salah satu aksinya, pemain muda Paris Saint-Germain itu berhasil menembus pertahanan Paraguay sebelum dijatuhkan Diego Gomez di dalam kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih. Momen itulah yang akhirnya menentukan hasil pertandingan.
Saat Mbappe bersiap mengambil penalti, para pemain Paraguay mencoba mengganggu konsentrasinya. Namun, Ousmane Dembele membantu meredakan situasi dengan mengambil bola dan melindungi rekan setimnya dari tekanan pemain lawan.
Mbappe kemudian menuntaskan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Prancis unggul 1-0 sekaligus memastikan tiket menuju perempat final.
Prancis Menang dengan Cara yang Berbeda
Pertandingan ini tidak menghadirkan banyak peluang. Bahkan, tembakan tepat sasaran pertama baru tercipta pada babak kedua. Namun, Prancis berhasil menjawab permainan keras Paraguay dengan pendekatan yang sama disiplin dan penuh determinasi.
Menariknya, seluruh kartu kuning dalam pertandingan ini justru diterima pemain Prancis. Hal tersebut menunjukkan bahwa Les Bleus memilih meladeni intensitas permainan Paraguay daripada menghindarinya.
Selepas peluit panjang dibunyikan, Mbappe bahkan merayakan kemenangan tepat di depan para pemain Paraguay. Menurut sang kapten, banyak yang menganggap Prancis hanya mampu bermain indah, tetapi pertandingan ini membuktikan sebaliknya.
“Mereka mungkin mengira kami datang hanya untuk memainkan sepak bola indah. Namun kami juga tahu bagaimana memenangkan pertandingan dengan cara yang sulit. Hari ini kami melakukannya dan tetap menjadi tim yang lebih baik.”
Mbappe juga menilai gaya bermain Paraguay merupakan bagian dari identitas sepak bola mereka dan layak dihormati.
“Itulah cara mereka bermain. Tidak ada cara yang benar atau salah dalam sepak bola. Yang terpenting adalah menang. Mereka mencoba menyeret kami ke pertandingan yang keras, tetapi pada akhirnya kami yang berhasil mengatasinya.”
Mbappe Samai Messi, Prancis Bersiap Hadapi Maroko
Gol penalti ke gawang Paraguay menjadi gol ketujuh Mbappe di Piala Dunia 2026, membuatnya menyamai Lionel Messi di puncak daftar sementara pencetak gol terbanyak turnamen.
Gol tersebut juga menjadi gol ke-19 Mbappe sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia, membuatnya hanya terpaut satu gol dari rekor Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Keberhasilan menyingkirkan Paraguay membawa Prancis ke babak perempat final untuk menghadapi Maroko. Laga ini menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022, ketika Les Bleus berhasil mengalahkan Singa Atlas untuk melaju ke final.

