Philadelphia (Tutur.co.id) – Timnas Kroasia memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Ghana dengan skor 2-1 pada laga terakhir Grup L di Philadelphia Stadium, Minggu (28/6/2026) pukul 04.00 WIB.
Kemenangan tersebut mengantarkan Vatreni finis sebagai runner-up Grup L sekaligus menjaga tradisi mereka sebagai salah satu tim yang kerap melangkah jauh di putaran final Piala Dunia.
Selain memastikan tiket ke fase gugur, pertandingan ini juga menjadi panggung bagi Luka Modric. Gelandang berusia 40 tahun itu kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin tim dengan menyumbang satu assist dan mengendalikan permainan Kroasia sepanjang laga.
Kroasia Dominan, Ghana Memberikan Perlawanan Sengit
Sejak menit awal, Kroasia tampil lebih dominan dengan menguasai jalannya pertandingan. Pasukan Zlatko Dalic mencatatkan penguasaan bola sebesar 53 persen, sementara Ghana mengandalkan transisi cepat untuk mengancam pertahanan lawan.
Meski menguasai permainan, Kroasia tidak mudah menembus rapatnya lini belakang Ghana. Pertandingan berlangsung ketat hingga akhirnya kebuntuan pecah pada menit ke-31.
Berawal dari umpan matang Mateo Kovacic, Petar Sucic berhasil lolos dari kawalan pemain bertahan sebelum melepaskan penyelesaian yang tak mampu dihentikan kiper Ghana. Gol tersebut membawa Kroasia unggul 1-0 hingga turun minum.
Ghana Bangkit, Modric Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, Ghana meningkatkan intensitas serangan melalui sejumlah pergantian pemain. Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-73 ketika Derrick Luckassen sukses mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan umpan Ernest Nuamah.
Gol itu membuat pertandingan semakin terbuka. Kedua tim sama-sama berusaha mencari gol kemenangan demi menjaga peluang lolos ke fase gugur. Saat pertandingan memasuki menit ke-83, pengalaman Luka Modric kembali berbicara.
Kapten Kroasia itu melepaskan umpan akurat ke dalam kotak penalti yang berhasil disambut sundulan Nikola Vlasic. Bola meluncur mulus ke gawang Ghana dan membawa Kroasia kembali unggul 2-1. Gol tersebut menjadi penentu kemenangan sekaligus memastikan langkah Vatreni ke babak 32 besar.
Efektivitas Kroasia Jadi Penentu
Secara statistik, Kroasia memang sedikit lebih dominan dengan penguasaan bola 53 persen berbanding 47 persen milik Ghana. Menariknya, Ghana sebenarnya mencatatkan nilai expected goals (xG) lebih tinggi, yakni 0,73 dibandingkan 0,42 milik Kroasia. Namun, efektivitas penyelesaian akhir menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini.
Kroasia mampu memaksimalkan dua peluang terbaik yang mereka miliki menjadi gol, sedangkan Ghana gagal memanfaatkan beberapa kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan. Vatreni juga mencatatkan delapan tembakan sepanjang pertandingan, sementara Ghana melepaskan enam percobaan.
Luka Modric Belum Kehabisan Magis
Di usia 40 tahun, Luka Modric kembali membuktikan bahwa dirinya masih menjadi sosok yang sangat penting bagi Kroasia. Selain menyumbang assist untuk gol kemenangan Nikola Vlasic, gelandang veteran tersebut tampil tenang dalam mengatur tempo permainan serta menjadi penghubung utama antara lini tengah dan lini serang.
Pengalaman dan kepemimpinannya kembali menjadi faktor penting di balik keberhasilan Kroasia mengamankan tiket ke fase gugur. Dengan performa yang terus konsisten, Modric masih menjadi nyawa permainan Vatreni dalam upaya mengulang prestasi gemilang mereka di edisi-edisi Piala Dunia sebelumnya.
Ghana Tersingkir, Kroasia Menatap Fase Gugur
Di sisi lain, kekalahan ini mengakhiri perjalanan Ghana di Piala Dunia 2026. Meski mampu memberikan perlawanan sengit hingga menit-menit akhir, Black Stars gagal meraih hasil yang dibutuhkan untuk melanjutkan langkah ke babak berikutnya.
Sementara itu, Kroasia menatap fase gugur dengan penuh optimisme. Berbekal pengalaman, kedewasaan bermain, serta sosok Luka Modric yang masih menjadi inspirasi di lapangan, Vatreni kembali menunjukkan bahwa mereka tetap layak diperhitungkan sebagai salah satu tim yang berpotensi membuat kejutan di Piala Dunia 2026.

