Kansas City (Tutur.co.id) – Grup J Piala Dunia 2026 menghadirkan kombinasi menarik antara juara bertahan, tim kuda hitam Eropa, kekuatan Afrika yang berpengalaman, serta debutan Asia yang tengah menikmati masa keemasan. Argentina memang menjadi unggulan utama, tetapi jalan menuju babak gugur dipastikan tidak akan berjalan mulus.
Kenangan Piala Dunia 1990 menjadi pengingat bahwa status juara bertahan tidak selalu menjamin perjalanan mudah. Saat itu Argentina yang datang sebagai pemegang trofi justru dikejutkan Kamerun pada laga pembuka. Situasi serupa bisa saja terjadi pada edisi 2026 ketika Aljazair, Austria, dan Yordania siap menantang dominasi La Albiceleste.
Argentina tetap menjadi tim dengan peluang terbesar untuk menjuarai Grup J. Pengalaman, kualitas individu, dan mental juara membuat La Albiceleste berada satu tingkat di atas para pesaingnya. Namun, sejarah Piala Dunia berkali-kali membuktikan bahwa status unggulan tidak selalu menjamin perjalanan yang mudah.
Perebutan tiket berikutnya diperkirakan berlangsung sengit. Austria memiliki kualitas untuk menjadi pesaing utama Argentina, sementara Aljazair memiliki pengalaman dan kemampuan untuk menciptakan kejutan. Yordania memang berstatus debutan, tetapi semangat dan motivasi tinggi dapat menjadikan mereka batu sandungan bagi tim-tim yang lebih diunggulkan.
Argentina Ingin Pertahankan Mahkota Dunia
Argentina datang ke Amerika Utara dengan status juara bertahan setelah mengangkat trofi Piala Dunia 2022 di Qatar. Tim asuhan Lionel Scaloni juga masih menjadi salah satu favorit untuk kembali melangkah jauh pada turnamen kali ini.
Meski sejumlah pemain senior mulai memasuki penghujung karier, Argentina tetap memiliki perpaduan ideal antara pengalaman dan regenerasi. Lionel Messi masih menjadi simbol sekaligus kapten tim, sementara generasi baru seperti Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Julian Alvarez, Lautaro Martinez, hingga Alejandro Garnacho semakin matang.
Keberhasilan menjuarai Copa America dan Piala Dunia dalam beberapa tahun terakhir menjadikan Argentina sebagai salah satu tim dengan mental juara terbaik di turnamen ini.
Secara historis, Argentina merupakan salah satu negara tersukses di Piala Dunia dengan tiga gelar juara yang diraih pada 1978, 1986, dan 2022. Mereka juga tiga kali menjadi runner-up, termasuk saat kalah dari Jerman pada final 2014.
Kini, Argentina mengusung target besar untuk menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar juara dunia sejak Brasil melakukannya pada 1958 dan 1962.
Aljazair Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Aljazair kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen sejak edisi 2014 di Brasil. Penampilan terakhir mereka masih dikenang karena hampir menyingkirkan Jerman di babak 16 besar sebelum akhirnya kalah pada perpanjangan waktu.
Piala Dunia 2026 menjadi partisipasi kelima Aljazair dan kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan utama Afrika.
Di bawah arahan Vladimir Petkovic, Aljazair memiliki kombinasi pemain berpengalaman dan talenta yang matang di kompetisi Eropa. Kapten Riyad Mahrez tetap menjadi figur sentral, didukung Ismael Bennacer, Houssem Aouar, Ramy Bensebaini, hingga Amine Gouiri.
Melihat kualitas skuad yang dimiliki, Aljazair diprediksi akan bersaing langsung dengan Austria untuk memperebutkan posisi di bawah Argentina.
Austria Siap Jadi Kuda Hitam Eropa
Austria menjadi salah satu tim yang layak mendapat perhatian lebih pada Piala Dunia 2026. Setelah absen selama 28 tahun, mereka akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia.
Transformasi Austria di bawah pelatih Ralf Rangnick membuat mereka berkembang menjadi tim yang sulit dikalahkan. Pendekatan permainan agresif dan intensitas tinggi menjadi ciri khas yang membuat banyak lawan kesulitan.
Skuad Austria diperkuat sejumlah pemain yang tampil di level tertinggi Eropa. David Alaba tetap menjadi pemimpin tim, sementara Marcel Sabitzer, Konrad Laimer, Christoph Baumgartner, hingga Marko Arnautovic menjadi tulang punggung permainan.
Kehadiran sejumlah pemain muda berbakat juga membuat Austria dianggap sebagai salah satu kuda hitam yang berpotensi menciptakan kejutan besar pada turnamen ini.
Yordania Menulis Babak Baru Sejarah
Salah satu kisah paling menarik di Grup J datang dari Yordania. Setelah sembilan kali mencoba, negara Asia Barat itu akhirnya berhasil menembus putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Keberhasilan tersebut melanjutkan perkembangan pesat sepak bola Yordania dalam beberapa tahun terakhir. Mereka sebelumnya mencuri perhatian dengan keberhasilan mencapai final Piala Asia dan kini siap menguji diri di panggung yang lebih besar.
Tim asuhan Jamal Sellami datang dengan generasi yang disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah sepak bola Yordania. Kapten Musa Al-Taamari menjadi sosok utama yang diharapkan mampu membawa tim bersaing dengan negara-negara yang lebih berpengalaman.
Meski berstatus debutan, Yordania tidak datang hanya untuk meramaikan turnamen. Mereka ingin membuktikan bahwa pencapaian lolos ke Piala Dunia bukanlah kebetulan.

