New Jersey (Tutur.co.id) – Grup I Piala Dunia 2026 berpotensi menghadirkan persaingan sengit meski Prancis datang dengan status unggulan utama. Les Bleus memang difavoritkan untuk melaju ke fase gugur, tetapi Senegal, Norwegia, dan Irak memiliki modal untuk menciptakan kejutan di turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.
Kekuatan Grup I terbilang unik. Prancis merupakan finalis dua edisi terakhir Piala Dunia, Senegal datang sebagai salah satu kekuatan terbaik Afrika, Norwegia membawa generasi emas yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Odegaard, sementara Irak kembali ke panggung dunia setelah menunggu selama empat dekade.
Prancis memang menjadi tim dengan kualitas skuad paling lengkap di Grup I. Namun, Senegal memiliki kekuatan fisik dan pengalaman yang cukup untuk menantang dominasi Les Bleus.
Norwegia juga berpotensi menjadi ancaman serius berkat kehadiran pemain bintang ang mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja. Sementara Irak datang tanpa tekanan dan berpeluang menciptakan kejutan.
Prancis Datang dengan Ambisi Merebut Kembali Takhta Dunia
Prancis kembali menjadi salah satu kandidat kuat juara dunia. Setelah menjuarai Piala Dunia 2018 dan finis sebagai runner-up pada edisi 2022, Les Bleus kini mengincar trofi ketiga dalam sejarah mereka.
Pelatih Didier Deschamps masih mengandalkan fondasi tim yang telah membawa Prancis bersaing di level tertinggi selama hampir satu dekade terakhir. Kylian Mbappe tetap menjadi figur sentral sekaligus kapten tim, dengan dukungan para pemain muda yang tengah bersinar di kompetisi elite Eropa.
Lini serang Prancis menjadi salah satu yang paling menakutkan di turnamen ini. Selain Mbappe, terdapat nama-nama seperti Ousmane Dembele, Michael Olise, Rayan Cherki, Bradley Barcola, hingga Desire Doue yang tampil impresif bersama klub masing-masing.
Dengan kedalaman skuad yang merata di semua lini, Prancis menjadi tim yang paling diunggulkan untuk menguasai Grup I sekaligus melangkah jauh dalam perburuan gelar juara dunia.
Senegal Ingin Melanjutkan Tradisi Positif Afrika
Senegal kembali hadir sebagai salah satu wakil terkuat Afrika. Singa Teranga memiliki pengalaman yang semakin matang setelah tampil pada dua edisi Piala Dunia terakhir dan mencapai babak 16 besar pada 2022.
Prestasi terbaik Senegal masih terjadi pada debut mereka di Piala Dunia 2002 ketika secara mengejutkan mampu melaju hingga perempat final. Kini, generasi baru Senegal berambisi mengulang bahkan melampaui pencapaian tersebut.
Skuad asuhan Pape Thiaw diperkuat banyak pemain yang berkarier di Eropa. Nama-nama seperti Sadio Mane, Nicolas Jackson, Ismaila Sarr, Pape Matar Sarr, hingga Kalidou Koulibaly menjadi tulang punggung tim.
Kombinasi pengalaman dan kualitas individu membuat Senegal berpeluang besar menjadi pesaing utama Prancis dalam perebutan posisi puncak grup.
Norwegia Kembali dengan Generasi Emas
Setelah absen selama enam edisi Piala Dunia secara beruntun, Norwegia akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia. Kehadiran mereka langsung menarik perhatian karena diperkuat generasi terbaik dalam beberapa dekade terakhir.
Erling Haaland dan Martin Odegaard menjadi wajah utama kebangkitan sepak bola Norwegia. Dua pemain tersebut telah menjelma menjadi bintang di level klub dan kini diharapkan membawa negaranya berbicara banyak di Piala Dunia.
Selain Haaland dan Odegaard, Norwegia juga memiliki pemain berkualitas seperti Alexander Sorloth, Antonio Nusa, Oscar Bobb, hingga Sander Berge. Kombinasi tersebut membuat tim asuhan Stale Solbakken memiliki kualitas untuk bersaing dengan siapa pun.
Sepanjang sejarah, pencapaian terbaik Norwegia di Piala Dunia adalah mencapai babak 16 besar pada 1938 dan 1998. Dengan materi pemain yang dimiliki saat ini, mereka berpeluang memperbaiki catatan tersebut.
Irak Datang dengan Semangat Sejarah Baru
Irak menjadi salah satu kisah menarik di Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Singa Mesopotamia kembali tampil di putaran final setelah penantian selama 40 tahun.
Terakhir kali Irak bermain di Piala Dunia terjadi pada edisi 1986 di Meksiko. Saat itu mereka gagal meraih poin dan tersingkir di fase grup. Kini, generasi baru Irak datang dengan ambisi berbeda.
Di bawah asuhan Graham Arnold, Irak menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang kualifikasi. Mereka mengandalkan kombinasi pemain yang bermain di kompetisi Timur Tengah dan Eropa.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Frans Putros, bek yang memperkuat klub Indonesia, Persib Bandung. Selain itu, Irak juga memiliki sejumlah pemain potensial seperti Aymen Hussein, Ali Jasim, Amir Al Ammari, dan Zidane Iqbal.
Meski berstatus tim yang paling tidak diunggulkan di Grup I, Irak berpotensi menjadi pengganggu yang dapat mengubah peta persaingan.

