Las Vegas (Tutur.co.id) – Grup D Piala Dunia 2026 menghadirkan persaingan yang sulit diprediksi. Amerika Serikat (AS) memang berstatus tuan rumah sekaligus unggulan grup, namun Paraguay, Australia, dan Turki memiliki kualitas yang membuat persaingan menuju babak 32 besar dipastikan berlangsung ketat.
Keunikan Grup D terletak pada keberagaman pesertanya. Empat tim berasal dari empat konfederasi berbeda, yakni CONCACAF yang diwakili Amerika Serikat, CONMEBOL melalui Paraguay, AFC lewat Australia, serta UEFA yang diwakili Turki. Masing-masing datang dengan karakter permainan, pengalaman, dan ambisi berbeda untuk melangkah sejauh mungkin di panggung sepak bola terbesar dunia.
Keseimbangan kualitas tersebut membuat Grup D menjadi salah satu grup yang paling sulit diprediksi pada Piala Dunia 2026. Setiap tim memiliki peluang yang sama untuk merebut tiga tiket menuju babak gugur.
Amerika Serikat Memikul Beban Tuan Rumah
Sebagai salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, Amerika Serikat mendapatkan tiket otomatis ke putaran final tanpa melalui jalur kualifikasi. Namun, status tersebut juga membawa ekspektasi besar untuk tampil maksimal di hadapan pendukung sendiri.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-12 Amerika Serikat di putaran final. Prestasi terbaik mereka tercatat saat finis di posisi ketiga pada edisi perdana tahun 1930. Pada era modern, pencapaian terbaik The Yanks adalah mencapai perempat final Piala Dunia 2002.
Tim asuhan Mauricio Pochettino kini diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi elite Eropa. Christian Pulisic, Weston McKennie, Tyler Adams, Antonee Robinson, hingga Folarin Balogun menjadi tulang punggung generasi yang diharapkan mampu membawa AS melangkah lebih jauh.
Kombinasi pemain yang merumput di Eropa dan Major League Soccer (MLS) membuat Amerika Serikat memiliki kedalaman skuad yang cukup untuk bersaing memperebutkan posisi puncak grup.
Paraguay Akhiri Penantian 16 Tahun
Paraguay kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 16 tahun. Tim asuhan Gustavo Alfaro berhasil mengamankan tiket melalui kualifikasi zona CONMEBOL yang dikenal sebagai salah satu jalur tersulit menuju putaran final.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan kesembilan Paraguay di ajang ini dan yang pertama sejak edisi 2010 di Afrika Selatan. Pada turnamen tersebut, Paraguay mencatatkan prestasi terbaik sepanjang sejarah dengan menembus babak perempat final.
Generasi saat ini mengandalkan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda yang berkembang di berbagai kompetisi internasional. Nama-nama seperti Miguel Almiron, Julio Enciso, dan kapten Gustavo Gomez menjadi motor permainan tim.
Pengalaman Almiron di MLS, kreativitas Enciso di Eropa, serta kepemimpinan Gomez di lini belakang menjadi fondasi utama Paraguay untuk bersaing di Grup D.
Australia Jaga Tradisi di Panggung Dunia
Australia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu kekuatan utama Asia. Socceroos memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah finis sebagai runner-up Grup C pada putaran ketiga Kualifikasi AFC.
Turnamen kali ini menjadi penampilan ketujuh Australia di putaran final dan yang keenam secara beruntun sejak 2006. Konsistensi tersebut menjadikan Australia sebagai salah satu peserta paling berpengalaman di Grup D.
Prestasi terbaik mereka adalah mencapai babak 16 besar pada edisi 2006 dan mengulang capaian serupa di Qatar 2022. Di bawah asuhan Tony Popovic, Australia dikenal memiliki organisasi permainan yang disiplin serta kemampuan bertahan yang solid.
Mathew Ryan, Harry Souttar, dan Jackson Irvine menjadi pemain yang diharapkan memimpin generasi baru Socceroos. Pengalaman mereka di kompetisi Eropa menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan turnamen besar.
Dengan pengalaman tampil di enam Piala Dunia terakhir, Australia datang bukan hanya untuk lolos dari fase grup, tetapi juga kembali membuktikan diri sebagai tim yang mampu menyulitkan lawan-lawan unggulan.
Turki Ingin Mengulang Kisah Emas 2002
Turki kembali ke panggung Piala Dunia setelah penantian panjang selama 24 tahun. Negara tersebut memastikan tiket ke putaran final melalui jalur playoff UEFA setelah menyingkirkan Rumania dan Kosovo.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ketiga Turki setelah sebelumnya tampil pada 1954 dan 2002. Edisi 2002 masih menjadi kenangan terbaik sepak bola Turki ketika mereka secara mengejutkan finis di posisi ketiga dunia.
Kini, harapan baru berada di tangan generasi muda berbakat yang dipadukan dengan pemain berpengalaman. Pelatih Vincenzo Montella berhasil membentuk tim yang kompetitif dengan mengandalkan banyak pemain yang tampil di liga-liga elite Eropa.
Nama Arda Guler, Hakan Calhanoglu, Kenan Yildiz, Merih Demiral, dan Can Uzun menjadi kekuatan utama Turki. Kehadiran para pemain tersebut membuat Turki diprediksi menjadi salah satu pesaing terkuat untuk merebut posisi puncak Grup D.
Jika mampu menjaga konsistensi permainan seperti saat kualifikasi, Turki berpeluang menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat maupun tim lainnya.
Jadwal Pertandingan Grup D
13 Juni 2026
- Amerika Serikat vs Paraguay (08.00 WIB)
14 Juni 2026
- Australia vs Turki (11.00 WIB)
20 Juni 2026
- Amerika Serikat vs Australia (02.00 WIB)
- Turki vs Paraguay (10.00 WIB)
26 Juni 2026
- Turki vs Amerika Serikat (09.00 WIB)
- Paraguay vs Australia (09.00 WIB)

