Jakarta (tutur.co.id) — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan sesi I Senin (8/6/2026). IHSG anjlok 160,45 poin atau 2,87% ke level 5.434,3 di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar saham domestik.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG bergerak di rentang 5.346 hingga 5.523 sepanjang sesi pagi. Sebanyak 20,24 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp12,92 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,37 juta kali.
Tekanan jual terlihat dari dominasi saham yang melemah. Sebanyak 646 saham berada di zona merah, hanya 88 saham menguat, sementara 79 saham bergerak stagnan. Saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 juga terkoreksi 2,77%.
Seluruh sektor saham ditutup melemah pada sesi I. Sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan setelah turun 6,01%, disusul sektor infrastruktur 4,69%, sektor barang konsumsi nonprimer 3,99%, sektor transportasi 3,62%, dan sektor perindustrian 3,32%.
Pelemahan tidak hanya terjadi di Indonesia. Mayoritas bursa saham Asia juga bergerak di zona merah. Indeks Straits Times Singapura turun 1,62%, Nikkei Jepang merosot 3,9%, Shanghai Composite terkoreksi 1,36%, dan Hang Seng Hong Kong melemah 1,28%.
Meski pasar secara umum tertekan, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk daftar top gainers. Saham PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) memimpin penguatan dengan lonjakan 22,76% ke level Rp356.
Saham PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) juga menguat 22,28% menjadi Rp236, sementara saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) melesat 21,21% ke level Rp160.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turut menjadi sorotan setelah mencatat penguatan signifikan dan masuk jajaran top gainers. Harga saham TPIA tercatat naik hingga lebih dari 20% pada sesi perdagangan pagi.
Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi sejumlah emiten. Sebanyak 22 saham tercatat menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan masuk daftar top losers.
Saham PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) menjadi salah satu yang terburuk setelah anjlok 15% ke level Rp10.200. Disusul saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) yang turun 14,95% ke Rp1.195, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) merosot 14,89% ke Rp600, serta PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) yang melemah 14,88% ke level Rp103.

