Jakarta (tutur.co.id) – Skandal pengadaan 21.801 unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik. Selain tiga mantan bos Badan Gizi Nasional (BGN) yang jadi tersangka, ada satu nama yang juga menjadi perhatian.
Namanya Yenna Yuliana. Sosok ini yang disinyalir menjadi pemenang tender motor listrik yang terakhir terbongkar telah dilakukan mark-up atau penggelembungan anggaran yang gila-gilaan. Namun jejak Yenna Yuliana masih sulit ditelusuri.
Baca juga: Misteri Sosok Yenna Yuliana dalam Pusaran Skandal Pengadaan Motor Listrik BGN
Tak banyak informasi yang dapat digali tentang sosok wanita misterius ini. Bahkan saat redaksi mencoba mendatangi sebuah bangunan empat lantai yang kabarnya menjadi kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, pemenang tender motor listrik BGN.
Bangunan yang terletak di Jalan Indraloka Grogol Petamburan Jakarta itu tampak sepi dari aktivitas pegawai. Hanya terlihat pekerja bangunan yang tengah melakuan pengecatan dan melakukan beberapa perbaikan gedung tersebut.
Redaksi juga mencoba meminta izin untuk bertemu dengan pihak perusahaan untuk mengkonfirmasi keberadaan Yena Yuliana. Namun pekerja yang ditemui langsung buru-buru menutup pintu.
Diberitakan sebelumnya, Yenna Yuliana atau ada yang menyebut Yenna Yuniana tercatat sebagai pimpinan di PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan yang bergerak dibidang jasa logistik, pengadaan, alat kesehatan dan ekspor–impor yang didirikan sejak tahun 2016.
Dalam struktur perusahaan, ia tercatat sebagai beneficial owner berdasarkan data Administrasi Hukum Umum (AHU). Ia menguasai lebih dari 25 persen saham dan hak suara, yang memberinya kewenangan besar dalam menentukan arah bisnis perusahaan.
Begitu vital posisinya itu membuatnya leluasa bergerak. Ia juga dengan mudah dan cepat untuk mengambil proyek-proyek pemerintah. Hal itu juga terlihat dari rekanan yang berhasil dijaring PT Yasa Artha Trimanunggal mulai dari Bulog hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPP).
Kini PT Yasa Artha Trimanunggal kembali ramai dibicarakan setelah Kejagung mengendus modus mark up anggaran pengadaan motor listrik BGN. Dan perusahaan milik Yenna Yuliana ini lah yang memenangkan tender. Namun hingga kini belum terlacak keberadaan Yenna Yuliana.

