Close Menu
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Facebook X (Twitter) Instagram
tutur.co.idtutur.co.id
  • Beranda
  • Politik & Hukum
    • Politik
    • Hukum
    • Keamanan
    • Daerah
    • Wawancara
  • Ekbis
    • Energi & Tambang
    • Finance
    • Makro
    • Mikro
    • Ekonomi Hijau
    • Market
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
    • Aksesori
    • Industri
  • Opini
    • Opini
    • Tutur PoV
  • Lifestyle
    • Perempuan
    • Fashion
    • Health
    • Techno
  • Sport
  • Video
Indeks
Trending
  • Ole Romeny Ungkap Rahasia Selalu Tajam Bersama Timnas Indonesia di GBK
  • Menang Atas Mozambik Tak Bikin Herdman Puas: Harusnya Cetak Lebih Banyak Gol
  • Grup K Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Portugal Dikepung Pemburu Kejutan
  • Vietnam Mulai Mata-matai Kekuatan Timnas Indonesia
  • Garuda Terbang Tinggi, Gol Ole Romeny Bungkam Mozambik di GBK
  • Bagi-bagi Uang Korupsi: Bupati Muara Enim 5 Persen, Kadis 3 Persen
  • Grup J Piala Dunia 2026: Tiga Penantang Siap Menjegal Argentina
  • Menkes Dukung Empat Langkah Bos Baru BGN
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
tutur.co.idtutur.co.id
Home»Market»IHSG Tertekan 36% dari Puncak, Investor Global Minta Premi Risiko Lebih Tinggi untuk Indonesia

IHSG Tertekan 36% dari Puncak, Investor Global Minta Premi Risiko Lebih Tinggi untuk Indonesia

Market Gusti Tetiro08 Juni 2026 / 08:11 WIB
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
IHSG anjlok, investor diharapkan selektif (Foto: Tutur/Ilustrasi AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta (tutur.co.id) – Tekanan yang melanda pasar keuangan Indonesia dinilai mencerminkan proses repricing atau penyesuaian ulang risiko Indonesia di mata investor global. Pelemahan nilai tukar rupiah, koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta derasnya arus keluar dana asing menjadi sinyal meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset domestik.

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan investor saat ini menuntut premi risiko yang lebih tinggi sebelum kembali meningkatkan eksposur ke pasar Indonesia.

“Ketika rupiah terus melemah, IHSG terkoreksi lebih dari 36% dari puncaknya, dan arus dana asing masih mencatatkan net sell yang besar, pasar pada dasarnya sedang menuntut premi risiko yang lebih tinggi untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Hendra, Minggu (7/6/2026).

Menurut dia, investor global tidak hanya mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menilai tingkat risiko yang melekat pada suatu negara. Faktor-faktor seperti kepastian kebijakan, keberlanjutan fiskal, stabilitas nilai tukar, serta kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan pasar kini menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investasi.

Hendra menilai faktor domestik semakin dominan memengaruhi pergerakan pasar Indonesia. Di tengah tekanan global berupa suku bunga tinggi di Amerika Serikat, penguatan dolar AS, dan ketidakpastian geopolitik, investor cenderung lebih selektif dalam memilih negara tujuan investasi.

“Investor mulai membandingkan negara-negara emerging market dan memilih pasar yang menawarkan kepastian kebijakan lebih baik, risiko fiskal lebih rendah, serta arah pembangunan yang lebih mudah diprediksi,” katanya.

Ia menambahkan, sejumlah isu yang berkembang belakangan, mulai dari outlook peringkat kredit, kebijakan fiskal, Danantara, hingga perubahan regulasi, pada akhirnya bermuara pada satu persoalan utama, yakni kredibilitas dan konsistensi kebijakan.

Menurut Hendra, pasar akan memberikan respons negatif ketika muncul ketidakjelasan mengenai implikasi fiskal jangka panjang maupun tata kelola kebijakan strategis pemerintah.

Baca Juga  IHSG Diprediksi Lanjut Menguat, Reliance Rekomendasikan PTRO, BBRI, BUVA, dan INET

Meski demikian, ia menegaskan fenomena yang belakangan disebut sebagai “Sell Indonesia” tidak berarti fundamental ekonomi nasional mengalami kemunduran.

“Ini bukan berarti fundamental ekonomi Indonesia runtuh. Pertumbuhan ekonomi masih relatif positif, sektor perbankan tetap sehat, tingkat utang pemerintah masih lebih rendah dibandingkan banyak negara lain, dan mayoritas perusahaan tercatat masih membukukan laba,” ungkapnya.

Untuk memulihkan kepercayaan investor, pemerintah dinilai perlu memperkuat kredibilitas kebijakan ekonomi melalui disiplin fiskal, kepastian regulasi, stabilitas nilai tukar, serta peningkatan transparansi dan tata kelola program-program strategis nasional.

Di sisi lain, tekanan pasar diperkirakan masih berlanjut pada perdagangan Senin (8/6/2026). BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada dalam tren bearish dengan volatilitas tinggi setelah pekan lalu ditutup melemah 4,2% ke level 5.594 disertai net sell asing sebesar Rp3,72 triliun di pasar reguler.

Menurut BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan pasar dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap tekanan rupiah, implikasi revisi UU P2SK terhadap persepsi independensi regulator keuangan, serta perkembangan penilaian peringkat kredit Indonesia.

Secara teknikal, area 5.555–5.480 menjadi level support krusial, sementara rentang 5.700–5.800 menjadi area resistance terdekat yang perlu dicermati pelaku pasar.

Broker tersebut juga menilai pelaku pasar akan fokus pada rilis data cadangan devisa dan pergerakan rupiah sebagai katalis utama yang menentukan arah IHSG dalam jangka pendek.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham DAAZ dan PSAB sebagai pilihan trading jangka pendek di tengah tingginya volatilitas pasar.

headline IHSG investor asing Premi Risiko Indonesia Rupiah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleLokasi Layanan SIM Keliling 8 Juni 2026
Next Article Rupiah di Atas Rp18.000 Bikin Investor Asing Menjauh, Yield SUN Naik Jelang Lelang 9 Juni

Berita Lainnya

Ole Romeny Ungkap Rahasia Selalu Tajam Bersama Timnas Indonesia di GBK

10 Juni 2026 / 05:00 WIB

Grup K Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Portugal Dikepung Pemburu Kejutan

10 Juni 2026 / 00:00 WIB

Garuda Terbang Tinggi, Gol Ole Romeny Bungkam Mozambik di GBK

09 Juni 2026 / 22:34 WIB

Grup J Piala Dunia 2026: Tiga Penantang Siap Menjegal Argentina

09 Juni 2026 / 21:00 WIB

Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Pabrik Gula

09 Juni 2026 / 19:28 WIB

Menko Pangan Ungkap Arahan Presiden Soal Harga Sembako

09 Juni 2026 / 19:22 WIB
Form Komentar Cancel Reply

NTT Dapat Kuota Terbanyak PPDS Berbasis RS, Gubernur Melki: Kami Butuh Banyak Dokter Spesialis

Gusti Tetiro26 Februari 2026 / 08:41 WIB

Ole Romeny Ungkap Rahasia Selalu Tajam Bersama Timnas Indonesia di GBK

10 Juni 2026 / 05:00 WIB

Menang Atas Mozambik Tak Bikin Herdman Puas: Harusnya Cetak Lebih Banyak Gol

10 Juni 2026 / 02:00 WIB

Grup K Piala Dunia 2026: Ronaldo dan Portugal Dikepung Pemburu Kejutan

10 Juni 2026 / 00:00 WIB

Vietnam Mulai Mata-matai Kekuatan Timnas Indonesia

09 Juni 2026 / 23:00 WIB

Garuda Terbang Tinggi, Gol Ole Romeny Bungkam Mozambik di GBK

09 Juni 2026 / 22:34 WIB

Copyright @ PT Tutur Media Digital

Bertutur Berdasar Fakta dan Data

Instagram TikTok X (Twitter) YouTube Facebook

Tentang
Redaksi
Alamat dan Kontak
Kode Perilaku Perusahaan

Disclaimer
Kode Etik
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.