Meksiko City (Tutur.co.id) – Grup A Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu grup paling kompetitif pada putaran final yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Meski Meksiko berstatus sebagai tuan rumah sekaligus tim dengan peringkat FIFA tertinggi di grup ini, kekuatan keempat peserta dinilai cukup berimbang sehingga persaingan memperebutkan tiket ke babak 32 besar diperkirakan berlangsung sengit hingga laga terakhir.
Meksiko Andalkan Pengalaman dan Dukungan Tuan Rumah
Meksiko datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu tuan rumah. El Tri lolos otomatis ke putaran final berdasarkan keputusan Dewan FIFA pada 14 Februari 2023.
Tim ini memiliki pengalaman panjang di ajang Piala Dunia dengan pencapaian terbaik menembus perempat final pada edisi 1970 dan 1986. Di kawasan Concacaf, Meksiko juga menjadi kekuatan dominan dengan koleksi 13 gelar Piala Emas.
Skuad Meksiko diperkuat perpaduan pemain yang berkarier di kompetisi domestik, Eropa, dan Timur Tengah. Nama-nama seperti Edson Alvarez, Santiago Gimenez, Raul Jimenez, hingga kiper veteran Guillermo Ochoa menjadi tulang punggung tim.
Pelatih Javier Aguirre kembali dipercaya menangani tim nasional sejak Juli 2024 dan sukses mempersembahkan gelar Piala Emas Concacaf 2025. Di bawah kepemimpinannya, Meksiko diharapkan mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri untuk melangkah jauh.
Sosok yang paling diandalkan adalah Edson Alvarez. Kapten tim sekaligus gelandang bertahan tersebut menjadi pengatur keseimbangan permainan dan telah mencatat hampir 100 penampilan bersama tim nasional.
Afrika Selatan Datang dengan Semangat Kebangkitan
Afrika Selatan kembali tampil di Piala Dunia setelah memastikan diri menjadi juara Grup C kualifikasi zona Afrika. Ini menjadi penampilan pertama Bafana Bafana di putaran final sejak menjadi tuan rumah pada 2010.
Prestasi terbaik mereka di Piala Dunia masih sebatas fase grup, namun pengalaman menjuarai Piala Afrika 1996 membuktikan bahwa tim ini memiliki tradisi sepak bola yang kuat di benua Afrika.
Mayoritas pemain Afrika Selatan berkarier di liga domestik, khususnya bersama klub-klub kuat seperti Mamelodi Sundowns dan Orlando Pirates. Beberapa pemain yang merumput di Eropa dan Major League Soccer juga memperkaya kualitas skuad.
Pelatih Hugo Broos menjadi figur penting di balik kebangkitan Afrika Selatan. Sejak menangani tim pada 2021, pelatih asal Belgia tersebut berhasil membawa Bafana Bafana finis peringkat ketiga Piala Afrika 2023 dan kembali ke panggung Piala Dunia.
Kapten sekaligus penjaga gawang Ronwen Williams menjadi pemain kunci. Selain piawai menjaga gawang, ia dikenal sebagai spesialis adu penalti dan memiliki distribusi bola yang sangat baik.
Korea Selatan Andalkan Generasi Emas
Korea Selatan kembali menjadi harapan utama Asia setelah tampil impresif sepanjang kualifikasi. Taeguk Warriors menjadi satu-satunya tim Asia yang tidak terkalahkan selama fase kualifikasi dan memastikan tiket ke Piala Dunia sebagai juara Grup B.
Prestasi terbaik Korea Selatan di Piala Dunia adalah finis di peringkat keempat pada edisi 2002 saat menjadi tuan rumah bersama Jepang. Sementara di tingkat Asia, mereka telah dua kali menjuarai Piala Asia.
Kekuatan utama Korea Selatan terletak pada banyaknya pemain yang berkiprah di kompetisi elite Eropa. Nama-nama seperti Kim Min-jae, Lee Kang-in, Hwang Hee-chan, hingga Son Heung-min memberikan kualitas yang tidak dimiliki banyak tim Asia lainnya.
Di bawah arahan pelatih Hong Myung-bo, Korea Selatan mengandalkan kombinasi pengalaman dan energi muda. Son Heung-min tetap menjadi figur sentral tim meski telah berusia 33 tahun. Kapten tim tersebut masih dikenal sebagai pemain dengan kecepatan tinggi dan kemampuan penyelesaian akhir yang tajam.
Republik Ceko Siap Menjadi Kuda Hitam
Republik Ceko melaju ke Piala Dunia 2026 melalui jalur play-off setelah finis di posisi kedua grup kualifikasi UEFA. Mereka menunjukkan mentalitas kuat dengan menyingkirkan Irlandia dan Denmark melalui drama adu penalti.
Secara historis, Republik Ceko memiliki catatan yang cukup baik di Piala Dunia. Saat masih bernama Cekoslowakia, mereka dua kali mencapai final pada 1934 dan 1962. Selain itu, negara ini juga pernah menjuarai Piala Eropa 1976.
Skuad Republik Ceko diisi pemain-pemain yang berpengalaman di berbagai kompetisi Eropa. Tomas Soucek, Adam Hlozek, Vladimir Coufal, hingga Patrik Schick menjadi nama-nama yang patut diwaspadai.
Pelatih Miroslav Koubek yang baru ditunjuk pada akhir 2025 membawa harapan baru bagi tim. Meski relatif minim pengalaman di level internasional, ia dikenal memiliki rekam jejak panjang di kompetisi domestik Republik Ceko.
Patrik Schick tetap menjadi tumpuan utama di lini depan. Striker Bayer Leverkusen tersebut dikenal sebagai salah satu penyerang paling produktif yang dimiliki Republik Ceko dalam beberapa tahun terakhir.
Jadwal Pertandingan Grup A
12 Juni 2026
- Meksiko vs Afrika Selatan (02.00 WIB)
- Korea Selatan vs Republik Ceko (09.00 WIB)
18 Juni 2026
- Republik Ceko vs Afrika Selatan (23.00 WIB)
19 Juni 2026
- Meksiko vs Korea Selatan (08.00 WIB)
25 Juni 2026
- Afrika Selatan vs Korea Selatan (08.00 WIB)
- Republik Ceko vs Meksiko (08.00 WIB)

